Bulan Ramadhan Datang, Selamat Yah!


Bulan Ramadhan Datang, Selamat Yah!

Tidak diragukan bahwa seorang muslim pasti berbahagia dan senang dengan adanya musim-musim kebaikan, zaman-zaman ketaatan, hari-hari dilipat gandakannya pahala. Waktu di mana seorang muslim menggunakannya lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

Dan termasuk musim ketaatan adalah musim ramadhan mubarak penuh berkah. Dan ini semua berkat karunia dan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala. 

Pada bulan mulia ini, hati-hati kaum beriman bergembira, dada-dada mereka semakin lapang, dengan bulan yang agung ini, amalan-amalan; mereka menambahkannya kualitas dan kuantitasnya, dan dosa-dosa; mereka meminimalisirkannya.

Allah subhanallah wa ta'ala berfirman:

قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَ ٰ⁠لِكَ فَلۡیَفۡرَحُوا۟ هُوَ خَیۡرࣱ مِّمَّا یَجۡمَعُونَ
"Katakanlah (wahai Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan".
[Qs Yunus 10:58]

Merupakan penyempurna kebahagiaan adalah saling mengucapkan selamat sesama kaum muslimin dengan datangnya bulan penuh berkah ini.

Tidak hanya segelintir ulama yang memandang bahwa ucapan selamat itu termasuk adat bukan ibadah. Landasannya pun ada dalam syariat ini. Beberapa contoh diantaranya:

1. Yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira kepada sahabatnya seraya bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang mana Allah mewajibkan kepada kalian puasanya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup, setan-setan dibelenggu, dan pada bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa terhalang darinya sungguh ia telah terhalang dari kebaikan".
[HR An Nasai 2106 dan Ahmad 8631, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahumullah]

Berkata Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah:

وكان النبي صلى الله عليه وسلم يبشّر أصحابه بقدوم رمضان, "قال العلماء: هذا الحديث أصلٌ في تهنئة الناس بعضهم بعضاً في شهر رمضان.
"Adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam memberi kabar gembira kepada sahabat-sahabatnya dengan datangnya ramadhan, (kemudian beliau menyebutkan hadits tersebut), berkata Ulama: hadits ini adalah landasan dalam ucapan selamat sesama manusia dengan datangnya bulan ramadhan".
[Lathoif al Ma'arif: 279]

2. Contoh ke-dua adalah apa yang dicontohkan oleh sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang di mana mereka juga melakukannya, sebagaimana kisah Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu di mana sahabat lainnya mengucapkan selamat kepada beliau.

Berkata Ibnul Qayyim ketika menyebutkan fawaid kisah beliau,

وفيه دليل على استحباب تهنئة من تجددت له نعمة دينية، والقيام إليه إذا أقبل، ومصافحته، فهذه سنة مستحبة، وهو جائز لمن تجددت له نعمة دنيوية.
"Padanya terdapat dalil mustahab (dianjurkannya) ucapan selamat bagi siapa yang nikmat diniyyah (dari sisi agama) datang kepadanya, pergi menemuinya, dan menjabat tangannya, hukumnya sunnah yang dianjurkan. Dan ini (ucapan selamat) hukumnya boleh bagi yang nikmat dunia datang kepadanya".
[Zad al Ma'ad: 3/585]

Tatkala seorang murid (Syaikh Abdullah bin 'Aqil) mengirim surat kepada gurunya Syaikh As Sa'di pada awal-awal masuknya bulan ramadhan tahun 1370 H, dan isi suratnya terdapat ucapan selamat datangnya ramadhan, maka Syaikh As Sa'di pun menjawab surat tersebut. Di awal jawaban surat beliau berkata:

في أسرّ الساعات وصلني كتابك رقم ٩ / ١٩ فتلوته مسروراً، بما فيه من التهنئة بهذا الشهر، نرجو الله أن يجعل لنا ولكم من خيره أوفر الحظ والنصيب، وأن يعيده عليكم أعواماً عديدة مصحوبة بكل خير من الله وصلاح".
انتهى كما في (الأجوبة: ٢٨٠) 
"Di saat waktu yang menggembirakan ini, telah datang kepadaku surat anda dengan nomor 9/19, maka saya membacanya dengan senang hati, di mana di dalamnya terdapat ucapan selamat datangnya ramadhan, kami memohon kepada Allah untuk menjadikan bagi kami dan bagi anda dari kebaikannya dengan bagian yang banyak, dan terus mengulanginya di tahun-tahun berikutnya yang diliputi dengan kebaikan dari Allah dan kemashlahatan.
[Al ajwibah: 280].

Syaikh As Sa'di rahimahullah mengatakan ketika berbicara tentang ucapan selamat ini

فإن الناس لم يقصدوا التعبد بها، وإنما هي عوائد وخطابات وجوابات جرت بينهم في مناسبات لا محذور فيها، بل فيها مصلحة دعاء المؤمنين بعضهم لبعض بدعاء مناسب، وتآلف القلوب كما هو مشاهد.
"Sesungguhnya manusia tidaklah bermaksud dengannya sebagai ibadah, tapi dimaksudkan sebagai adat, khitab, dan jawaban yang telah berlaku di antara mereka pada beberapa munasabah yang tidak ada pelanggaran padanya, bahkan terdapat mashlahat saling mendoakan dan bersatunya hati sebagaimana yang disaksikan
[Al Fatawa Lis Sa'di: 384]

Bolehnya ucapan selamat datang bulan ramadhan telah difatwakan oleh Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Al Amin asy Syinqithi, Syaikh Al Fauzan, Dan Lajnah Daimah.

Sebagai penutup, mari kita berdoa kepada Allah Ta'ala agar menguatkan kita dalam selalu mengingatNya, bersyukur kepadaNya, dan beribadah kepadaNya, dan mari kita senantiasa saling menasihati satu sama lain untuk menggunakan waktu-waktu mulia ini dengan lebih memperbaiki kualitas dan memperbanyak kuantitas penyembahan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala Yang Maha Kuasa.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »