Tampilkan postingan dengan label Istighfar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istighfar. Tampilkan semua postingan

Taubat Setelah Berbuat Dosa Besar


Taubat Setelah Berbuat Dosa Besar

Pertanyaan ❓
[Dari Muhammad Abbas Arfan / Aceh]

Apakah orang yang pernah berbuat dosa besar tetapi sudah bertaubat apakah bisa dosanya diampuni dan bisa terhindar dari masuk neraka?

===
Jawaban💡

Bismillah
Tatkala seseorang melakukan taubat dengan sebenar-benarnya taubat atau biasa disebut taubat nasuha maka sungguh Allah Ta'ala Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya yang bertaubat dan akan memasukkannya ke surga, firman Allah Ta'ala 

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةࣰ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن یُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَیِّـَٔاتِكُمۡ وَیُدۡخِلَكُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang nasuhan (semurni-murninya), mudah-mudahan Rabb kalian menghapus dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai" [Qs 66:8]

Taubat sebagaimana disebutkan oleh Ulama bahwa taubat memiliki syarat-syarat
1- Menyesal atas dosa yang dilakukan
2- Meninggalkan dosa tersebut
3- Tekad untuk tidak kembali
4- Jika berhubungan dengan hak manusia, maka dikembalikan haknya atau diminta kehalalannya.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc

Bagaimana Menyambut Ramadhan?


Bagaimana Menyambut Ramadhan?

Jawaban

Bismillaah
Walhamdulillaah
Washshalaatu wassalaamu 'alaa rosuulillaah, amma ba'du.

1. Menanamkan dalam hati bahwa menyia-nyiakan kedatangannya adalah musibah. Kedatangannya hanya sementara, maka jangan sia-siakan.
Allah Ta'ala berfirman:
أَیَّامࣰا مَّعۡدُودَ ٰ⁠تࣲۚ
"Hanya beberapa hari yang ditentukan"
[Qs Al-Baqarah (2): 184]

2. Perbanyak bertaubat dan beristighfar, karena sungguh celaka orang yang keluar ramadhan namun tidak diampuni oleh Allah Ta'ala.
Dalam hadits disebutkan, 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya)"
[HR at Tirmidzi 3545, hasan al Albani]

3. Persiapkan ilmu tentang ramadhan dengan membaca buku, mendengar ceramah audio maupun video, dan bertanya kepada ulama.
Allah Ta'ala berfirman,

وَمَاۤ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالࣰا نُّوحِیۤ إِلَیۡهِمۡۖ فَسۡـَٔلُوۤا۟ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
"Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui".
[ Qs An-Nahl (16) 43]

4. Melatih diri dari sekarang dengan memperbanyak berinteraksi dengan al quran, sedekah, puasa, dan amalan kebaikan lainnya.

5. Menyingkirkan hal yang sia-sia, apatah lagi yang mengandung dosa yang dapat menyibukkan kita dari ramadhan.

Dan masih banyak, semoga 5 ini dapat mewakili.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc