Tampilkan postingan dengan label Sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedekah. Tampilkan semua postingan

Salaf Dan Ramadhan


Salafusshalih Di Bulan Ramadhan

Keadaan mereka jauh hari sebelum datangnya ramadhan

Berdoa dipertemukan bulan ramadhan

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ
”Mereka (salaf shalih) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadhan, kemudian berdo'a kepada Allah selama 6 bulan agar amalan kebaikan mereka diterima"
[Lathaiful ma'arif]

Berarti mereka berdoa kepada Allah Ta'ala agar dipertemukan ramadhan mulai rabiul awal, rabiul akhir, jumadal ula, jumadal akhirah, rajab dan sya'ban. Ketika ramadhan masuk, mereka berdoa kepada Allah Ta'ala agar amalan-amalan mereka di bulan ramadhan diterima olehNya, berarti mulai ramadhan, syawal, dzul qa'dah, dzulhijjah, muharram, dan rajab.

Keadaan mereka ketika ramadhan datang

Berdoa untuk dibantu melakukan amalan-amalan kebaikan.

Seseorang tidak akan mampu mengerjakan amalan kebaikan apapun kecuali dengan bantuan Allah Ta'ala dan dengan izinNya:

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَـٰبَ ٱلَّذِینَ ٱصۡطَفَیۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمࣱ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدࣱ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَیۡرَ ٰ⁠تِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِیرُ
"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar".
[Qs Fathir 32]

Makanya sepantasnya kita banyak berdoa agar Allah Ta'ala membantu kita dalam berpuasa, shalat tarawih dan shalat lainnya, berinteraksi dengan al quran di bulan ramadhan ini.

Keadaan mereka ketika beramal di bulan ramadhan

Berdoa agar amalannya diterima dengan rasa cemas dan harap.

Allah Ta'ala berfirman tentang para NabiNya:

إِنَّهُمۡ كَانُوا۟ یُسَـٰرِعُونَ فِی ٱلۡخَیۡرَ ٰ⁠تِ وَیَدۡعُونَنَا رَغَبࣰا وَرَهَبࣰاۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِینَ
"Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami".
[Qs Al-Anbiya' 90]

Keadaan mereka menghabiskan waktu di bulan ramadhan

Kebanyakan berinteraksi dengan al quran.

Dari Ibrahim An-Nakha’i berkata:

كَانَ الأَسْوَدُ يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي رَمَضَانَ فِي كُلِّ لَيْلَتَيْنِ
“Al-Aswad biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap dua malam.” 
[Siyar A’lam An-Nubala, 4: 51]. 

Salam bin Abu Muthi’ pernah mengatakan tentang semangat Qatadah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an:

كَانَ قَتَادَة يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي سَبْعٍ، وَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ خَتَمَ فِي كُلِّ ثَلاَثٍ، فَإِذَا جَاءَ العَشْرُ خَتَمَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Bahkan ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap malam.” 
[Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276]

Disebutkan bahwa:

كَانَ الشَّافِعِيُّ يَخْتِمُ القُرْآنَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سِتِّيْنَ خَتْمَةً
“Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.”
[Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 36). 

Inilah beberapa keadaan mereka di bulan ramadhan. Semoga bisa menjadi inspirasi kita semua.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly

Bagaimana Menyambut Ramadhan?


Bagaimana Menyambut Ramadhan?

Jawaban

Bismillaah
Walhamdulillaah
Washshalaatu wassalaamu 'alaa rosuulillaah, amma ba'du.

1. Menanamkan dalam hati bahwa menyia-nyiakan kedatangannya adalah musibah. Kedatangannya hanya sementara, maka jangan sia-siakan.
Allah Ta'ala berfirman:
أَیَّامࣰا مَّعۡدُودَ ٰ⁠تࣲۚ
"Hanya beberapa hari yang ditentukan"
[Qs Al-Baqarah (2): 184]

2. Perbanyak bertaubat dan beristighfar, karena sungguh celaka orang yang keluar ramadhan namun tidak diampuni oleh Allah Ta'ala.
Dalam hadits disebutkan, 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena kebaktiannya)"
[HR at Tirmidzi 3545, hasan al Albani]

3. Persiapkan ilmu tentang ramadhan dengan membaca buku, mendengar ceramah audio maupun video, dan bertanya kepada ulama.
Allah Ta'ala berfirman,

وَمَاۤ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالࣰا نُّوحِیۤ إِلَیۡهِمۡۖ فَسۡـَٔلُوۤا۟ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
"Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui".
[ Qs An-Nahl (16) 43]

4. Melatih diri dari sekarang dengan memperbanyak berinteraksi dengan al quran, sedekah, puasa, dan amalan kebaikan lainnya.

5. Menyingkirkan hal yang sia-sia, apatah lagi yang mengandung dosa yang dapat menyibukkan kita dari ramadhan.

Dan masih banyak, semoga 5 ini dapat mewakili.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc 

Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya


Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya

Sedekah yang dikeluarkan oleh seseorang lebih baik daripada sedekah yang diterima, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” 
[HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033]

Di bulan ramadhan adalah waktu untuk bersedekah melebihi sedekah yang dilakukan dari bulan lainnya. 

Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah memberi contoh tersebut, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma yang memceritakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” 
[HR. Bukhari, no.6]

Sifat kedermawanan beliau shallallahu alaihi wasallam perlu untuk kita contohi, apatahlagi di bulan ramadhan ini, bulan berkah.

Ada 2 contoh sedekah yang perlu kita perhatikan adalah sedekah memberi sahur dan buka.

Sedekah memberi sahur:

1. Memberi makan sahur merupakan sunnah mahjurah/yang banyak dilalaikan oleh orang-orang pada zaman ini, padahal para salaf rahimahumullah banyak melakukan hal ini.

2) Karena makanan sahur dan aktifitas sahur berkah maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan keberkahan tersebut.

3) Karena dengan sahur orang bisa kuat beribadah puasa maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa walaupun tidak ada dalil khusus kecuali dalil umum
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ 
"Barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan tersebut"
[HR Muslim nomor 1893]

Sedekah memberi buka:

1) Hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
"Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun".
[HR Ibnu Majah 1746, shahih al Albani]

2) Hadits bahwa malaikat bershalawat atas orang yang memberi makan buka puasa:

حديث أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ، فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ»
Hadits Anas, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi Sa'ad bin 'Ubadah, dan Sa'ad menyuguhkan roti dan zait, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memakannya, setelah itu beliau bersabda: "Telah berbuka di rumah kalian orang-orang yang berpuasa, dan telah makan makananmu orang-orang yang baik, dan telah bershalawat kepadamu para Malaikat."
[HR Abu Dawud 3854, shahih al Albani]

3) Dan juga ketika memberikan makanan berbuka menunjukkan bahwa kita telah membantu orang menyelesaikan suatu amalan shalih yang dia lakukan.

Masih banyak macam sedekah yang bisa kita lakukan, semoga keduanya ini bisa mewakili.

Wallahu a'lam.
✒ Sayyid Syadly, Lc