Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan

Waktu Mustajab Berdoa


Waktu Mustajab Berdoa

Bismillah 

Sebagai seorang hamba, pasti butuh yang namanya doa kepada Allah Ta'ala, hanya saja kita perlu tahu waktu-waktu mustajab dan afdhal kapan saja Allah Ta'ala mengabulkan doa kita dengan. Meski kapanpun Allah Ta'ala kita bisa berdoa kepada Allah.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran". [QS Al-Baqarah 2:186]

Berikut waktu-waktu afdhal dan mustajab untuk berdoa:

1. Pada malam kemuliaan atau biasa disebut dengan lailatul qadr, dan itu berada di antara malam 10 malam terakhir bulan ramadhan.

قَالَتْ عَائِشَةُ رضي الله عنها يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ قَالَ تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata; "Wahai Nabi Allah! Bagaimana menurutmu jika saya berada pada malam lailatul Qodar, apa yang harus saya ucapkan?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Hendaklah kamu mengucapkan: ALLAAHUMMA INNAKA AFUWWUN TUHIBBUL `AFWA FA`FU `ANNI (ya Allah Engkau adalah Maha Pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah saya)." [HR Ahmad 24215]

2. Waktu di sepertiga malam terakhir setiap malam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb Tabaaraka wa Ta'ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: "Siapa yang berdo'a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni". [HR Al Bukhari 1145 dan Muslim 758]

3. Antara adzan dan iqomat

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Tidak tertolak do’a antara adzan dan iqomah" [HR Abu Dawud 521 dan At Tirmidzi 212, Sahih Al Albani]

4. Saat sujud setelah membaca bacaan sujud.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” [HR. Muslim, no. 482]

5. Hari jumat sebelum terbenamnya matahari.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ يُرِيدُ سَاعَةً لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
Dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; "Hari jum'at itu dua belas -maksudnya jam- dan tidak di dapati seorang muslim pun yang meminta kepada Allah kecuali Allah 'azza wajalla akan mengabulkannya, maka bersegeralah untuk mendapatkannya pada waktu-waktu akhir setelah Ashar." [HR. Abu Dawud 1048, An Nasai 1389]

6. Tatkala hujan.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat hujan, maka beliau berdoa: 'ALLAHUMMA SHAYYIBAA NAAFI'AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat). [HR Al Bukhari 1523]

7. Mendoakan saudara muslim lainnya sehingga malaikat mengatakan dan juga untukmu.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Dari Abu Ad Darda' dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan mendoakannya pula: 'Dan bagimu kebaikan yang sama.' [HR Muslim 2732]

8. Doa orang tua kepada anaknya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga doa yang akan dikabulkan, dan tidak diragukan padanya, yaitu: doa orang tua, doa orang yang bersafar, dan doa orang yang dizalimi." [HR Abu Dawud 1536, shahih al Albani]

9. Dan doa anak shalih untuk orang tuanya yang masih hidup dan terlebih setelah meninggal dunia.

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ يَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡحِسَابُ
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” [Qs Ibrahim 41]

رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا
Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kehancuran.”[Qs Nuh 28]

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [Qs Al-Isra' 24]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya." [HR Muslim 1631]

10 Setelah membaca bacaan tasyahud, shalawat, sebelum salam dalam shalat.

ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنْ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ
"...kemudian dia memilih permintaan doa yang dia kehendak". [HR Muslim 402]

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Cara Mudah Taat Kepada Allah


Cara Mudah Taat

Pertanyaan ❓
[Dari Lesmualiadi Saragih / Pematang Siantar]

Assalamuallaikum Bagaimana cara nya agar mudah untuk menjalankan apa yang di perintahkan Allah SWT, dan menjauhi apa yg dilarang oleh Allah SWT..

===
Jawaban💡

Bismillah
Apa yang Allah Ta'ala perintahkan untuk kita kerjakan dan yang dilarang untuk kita jauhi itu tidaklah melampaui batas kemampuan kita, Allah Ta'ala berfirman:

لَا یُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَیۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Orang itu mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya".[Qs 2:286]

Dan juga firmanNya:

لَا یُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَاۤ ءَاتَىٰهَاۚ سَیَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرࣲ یُسۡرࣰا
"Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah akan memberikan kemudahan setelah kesusahan". [Qs 65:7]

Hanya saja kadang kita anggap perintah tidak bisa kita lakukan dan larangan tidak bisa kita jauhi karena  beberapa sebab, diantaranya:

1. Teman yang buruk, maka selayaknya kita memilih teman-teman yang bisa selalu mengingatkan kita kepada Allah Ta'ala.

قَالَ الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
"Seseorang itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya." [HR Abu Daud 4193, At Tirmidzi 2300, Hadits Hasan].

2. Kurang mengetahui keutamaan atau urgensi dari perintah yang dikerjakan dan adzab atau siksa dari larangan yang dilakukan, maka semestinya kita membaca buku-buku yang menjelaskan hal tersebut dan menghadiri majlis-majlis ilmu.

3. Banyak berdoa terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Dari Mu'adz bin Jabal bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggandeng tangannya dan berkata: "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian beliau berkata: "Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz, janganlah engkau tinggalkan setiap akhir shalat untuk mengucapkan, "ALLAAHUMMA A'INNII 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIK" (Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.)". [HR Abu Dawud 1522 dan An Nasai 1303].

Semoga Allah Ta'ala membantu kita semua agar mudah menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Aamiin

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Ramadhan Luar Biasa


Ramadhan, Luar Biasa

Tahukah anda bahwa ramadhan adalah bulan penuh dengan kerberkahan? Hari-harinya sedikit tapi yang Allah Ta'ala siapkan dari kebaikan di bulan ini dari bulan lainnya untuk hamba-hambanya sangatlah banyak, mari kita simak penjelasan di bawah ini: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ
"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira kepada sahabatnya seraya bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah"
[HR An Nasai 2106 dan Ahmad 8631, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahumullah]

Mungkin ada sebagian dari kita belum tahu bahwa pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu, dalam lanjutan hadits di atas disebutkan bahwa:

يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ 
"Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup, setan-setan dibelenggu."

Ramadhan adalah bulan yang terdapat padanya malam kemuliaan lebih baik dari 1000 bulan. Lanjutan hadits di atas:

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
"Pada bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa terhalang darinya sungguh ia telah terhalang dari kebaikan".

Dan inilah malam lailatul qadr, malam yang sepantasnya dinikmati bagi setiap mukmin untuk mendapatkan kemuliaan di dalamnya, dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Ta'ala.

Kita tahu bahwa segala yang berhubungan dengan al quran akan menjadi mulia, al quran turun melalui perantara malaikat jibril maka menjadilah malaikat termulia, al quran turun kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam maka menjadilah beliau manusia termulia, al quran turun di zaman sahabat menjadilah mereka generasi termulia, al quran diperuntukkan kaum muslimin menjadilah kaum termulia, apatah lagi mereka yang mempelajarinya dan mengajarkannya, al quran turun di mekkah maka menjadilah mekkah tempat termulia, begitu pula al quran turun di bulan ramadhan menjadilah ramadhan bulan termulia, Allah Ta'ala berfirman:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."
[Qs Al-Baqarah 185]

Untuk itu, semestinya seorang muslim lebih banyak berinteraksi dengan al quran di bulan ramadhan, agar termasuk golongan termulia di bulan termulia sebab membaca kitab yang paling mulia.

Dalam ayat-ayat tentang ramadhan dan puasa pada surah al baqarah, terdapat ayat khusus tentang berdoa, di mana merupakan isyarat bahwa di bulan ramadhan adalah bulan untuk memperbanyak berdoa, dan mustajabnya doa lebih kuat, Allah 'Azza wa Jalla berfirman: 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِی عَنِّی فَإِنِّی قَرِیبٌۖ أُجِیبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡیَسۡتَجِیبُوا۟ لِی وَلۡیُؤۡمِنُوا۟ بِی لَعَلَّهُمۡ یَرۡشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."
[Qs Al-Baqarah 186]

Ramadhan dalah bulan pada setiap malamnya ada yang Allah Ta'ala bebaskan dari neraka, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” 
[HR. Al Bazaar,  Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan perawi-perawinya tsiqoh (terpercaya)].

Tatkala Allah Ta'ala memberikan ampunan kepada siapa yang berpuasa asyuro dengan ampunan selama setahun yang lalu, dan puasa arafah dengan ampunan selama 2 tahun, setahun lalu dan setahun kemudian, Allah Ta'ala memberi ampunan tanpa batas kepada hamba-hambaNya yang berpuasa karena keimanan dan mengharapkan pahala dariNya di bulan ramadhan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”. 
[HR. Bukhari 38 dan Muslim 760)

Ini merupakan keutamaan yang sangat besar, karena di dalam hadits tidak disebutkan batas pengampunan Allah Ta'ala.

Ramadhan di antara ramadhan berikutnya dosa-dosa kecil terampuni, kecuali dosa besar harus dengan taubat nasuha, dalam hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat lima waktu dan shalat Jum'at ke Jum'at berikutnya, dan Ramadlan ke Ramadlan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar." [HR Muslim 233] 

Ramadhan adalah bulan puasa, bulan dimana rukun diantara rukun-rukun islam diwajibkan, ayat yang sering kita dengar, baca, bahkan kadang kita sendiri yang sampaikan kepada orang lain, yaitu hadits yang terkenal dengan hadits jibril yang bertanya tentang islam, iman dan ihsan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam menjawab: "Islam adalah Kesaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadhan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu 
[HR Muslim 8]

Seseorang kadang tidak kuat berpuasa di luar bulan ramadhan, tapi ketika ramadhan datang, diapun menjadi kuat berpuasa, karena kebaikan-kebaikan yang Allah Ta'ala beri pada ramadhan, dan banyaknya orang yang berpuasa sehingga menguatkan dirinya juga ikut berpuasa. 

Disebutkan bahwa pahala seseorang ketika berpuasa satu hari saja maka pahalanya sama dengan 10 hari. 

Dalilnya keumuman ayat Allah Ta'ala tentang setiap kebaikan diganjar dengan 10 kali lipat pahala

مَن جَاۤءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَاۤءَ بِٱلسَّیِّئَةِ فَلَا یُجۡزَىٰۤ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ
"Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi)."
[Qs Al-An'am 160]

Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam tentang puasa 6 hari di bulan syawal:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang tahun." 
[HR Muslim 1164]

Berarti ramadhan selama sebulan seseorang berpuasa dikali 10 sama dengan 10 bulan, dan ditambah 6 hari dikali 10 sama dengan 60 hari atau 2 bulan, semuanya 12 bulan atau satu tahun.

Ramadhan adalah bulan di mana umrah di dalamnya seperti berhaji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
لَمَّا رَجَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لِأُمِّ سِنَانٍ الْأَنْصَارِيَّةِ مَا مَنَعَكِ مِنْ الْحَجِّ قَالَتْ أَبُو فُلَانٍ تَعْنِي زَوْجَهَا كَانَ لَهُ نَاضِحَانِ حَجَّ عَلَى أَحَدِهِمَا وَالْآخَرُ يَسْقِي أَرْضًا لَنَا قَالَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي
Dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali dari pelaksanaan hajinya, Beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah: "Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji?". Wanita itu berkata: "Bapak si fulan, yang ia maksud suaminya, memiliki dua ekor unta yang salah satunya sering digunakan untuk menunaikan haji sedangkan unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum buat kami". Beliau bersabda: "'Umrah pada bulan Ramadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku". 
[HR Al Bukhari 1863 dan Muslim 1256]

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly, Lc

Orang Puasa Itu, Dimuliakan



Orang Puasa Itu, Dimuliakan!

Kemuliaan orang berpuasa yang Allah Ta'ala berikan sangatlah banyak, diantaranya adalah mendapatkan pahala yang tak terhingga, di mana setiap orang yang beramal shalih mendapatkan sepuluh kali lipat pahala hingga 700 kali dari amalan yang dilakukannya, kecuali puasa dimana Allah Ta'ala tidak membatasinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
"Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah 'azza wajalla berfirman; 'Selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.' Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi."
[HR Muslim 1151]

Dalam hadits ini disebutkan beberapa keutamaan lainnya selain dari pahala tanpa batas tersebut, diantaranya kebahagiaan bagi orang berpuasa, bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika bertemu dengan Allah Ta'ala, kemudian bau mulut mereka lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari keharuman yang paling harum yaitu keharuman kesturi.

Orang yang berpuasa juga adalah orang yang bersabar, bersabar menahan lapar, haus, nafsu, marah, dan lainnya, di mana keutamaan orang yang bersabar sangat banyak disebutkan dalam al quran maupun as sunnah, diantaranya adalah:

إِنَّمَا یُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَیۡرِ حِسَابࣲ
Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
[Qs Az-Zumar 10]

Kemuliaan yang lain adalah mendapatkan penghargaan khusus dengan memasuki pintu khusus bagi mereka yang berpuasa.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya”
[HR. Bukhari 1896 dan Muslim 1152].

Kemudian kemuliaan lainnya adalah puasa akan memberi syafaat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”
[HR. Ahmad, Shahih]

Puasa sebagai perisai, di mana perisai sebagaimana kita ketahui adalah untuk membentengi diri, dan puasa ini sebagai perisai membentengi diri dari neraka Allah Ta'ala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya”
[H.R. Ahmad, shahih].

Inilah beberapa kemuliaan untuk orang berpuasa yang dikaruniakan oleh Allah Ta'ala.

Dan masih banyak lagi.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Korelasi Puasa Antara Ummat Ini Dan Ummat Terdahulu


Korelasi Puasa Ummat Ini Dan Ummat Terdahulu

Dalam al quran, Allah Ta'ala menyebutkan tentang kewajiban puasa ramadhan di surah al baqarah ayat ke 183.

Allah Ta'ala menyebutkan bahwa puasa ramadhan ini wajib untuk kita  kaum muslimin sebagaimana diwajibkannya atas orang-orang sebelum kita yaitu kaum-kaum terdahulu sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Firman Allah Ta'ala:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa
[Qs Al-Baqarah 2:183]

Apa hikmah dibalik penyebutan tersebut? kenapa disebutkan kewajiban puasa juga untuk orang-orang terdahulu?

Padahal ketika Allah Ta'ala hanya menyebutkan "wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa agar kalian bertaqwa" dan tidak menyebutkan "sebagaimana diwajibkannya orang-orang sebelum kalian..." maka sudah cukup untuk kita menunaikan puasa ramadhan.

Apa hikmahnya?

Sebagian orang mengatakan bahwa  Allah Ta'ala menyebutkan demikian karena puasa adalah suatu amalan yang berat dilakukan, menahan diri dari hal-hal yang mubah ketika tidak puasa dan itu merupakan kebutuhan seperti makan, minum, jimak, dan lainnya tapi pada saat puasa, itu semua dilarang, makanya Allah Ta'ala menyebutkan bahwa orang-orang sebelum kita pun telah diwajibkan atas mereka, maka kita agak ringan melakukannya, dan agar kita tahu bahwa bukan hanya kita yang dibebani kewajiban ini, tapi pendahulu-pendahulu kita pun pernah diwajibkan atas mereka.

Teman-teman sekalian...

Kalau kita berpikir sebagai kaum yang terbaik dibandingkan dengan ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَـٰبِ لَكَانَ خَیۡرࣰا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
[Qs Ali 'Imran 110]

Maka kita pastinya lebih semangat lagi dengan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk kita kerjakan dan larangan-larangan yang harus kita jauhi.

Ketika Allah Ta'ala menyebutkan bahwa kaum terdahulu juga diwajibkan berpuasa, maka wahai kaum muslimin, kaum yang terbaik, ummat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, berpuasalah kalian karena puasa dengan pahala yang luar biasa, ampunan yang dibuka lebar-lebar, rahmat yang sangat luas, keutamaan yang sangat banyak, kebaikan yang tak terhingga, karunia yang tiada bandingannya, kemuliaan yang sangat agung, didapatkan untuk orang berpuasa, maka JANGANLAH KALIAN KETINGGALAN, karena kalian mesti dapatkan juga sebagaimana orang-orang sebelum kalian.

Dari sini kita ketahui bahwa puasa diwajibkan bukan karena beratnya dilakukan, jadi Allah sebutkan juga kewajibannya untuk kaum terdahulu, untuk diketahui dengan puasa seseorang mendapatkan kebaikan yang banyak, maka Allah Ta'ala sebutkan sebagaimana kaum terdahulu mendapatkan kebaikan puasa, maka kalian juga kaum muslimin perlu mendapatkannya.

Faidah dari ceramah syaikh said al kamali (berbahasa arab).

Wallahu a'lam

✒ Sayyid Syadly Lc

Ada Apa Dengan Sahur?


Ada apa dengan sahur?

Bismillaah

Dalam bahasa arab "sahur" sinnya berfathah artinya adalah dzat makanan sahur, adapun "suhur" sinnya berdhommah artinya adalah aktivitas bersahur.

Sahur itu berberkah. Keberkahan yang ada pada sahur, tidak sepantasnya untuk seorang yang ingin berpuasa meninggalkannya, dalilnya bahwa pada saat sahur ada keberkahan, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

 عن أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan." 
[HR Al Bukhari 1789 dan Muslim 1835]

Dalam hadits lain,

عنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ فَقَالَ إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ
Dari seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, aku pernah masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau sedang makan sahur, lalu beliau bersabda,
"Sesungguhnya (sahur) itu berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya".
[HR An Nasai 2162, shahih Al Albani]

Keberkahan yang didapatkan, ada dari sisi akhirat, dan ada dari sisi dunia.

Dari sisi akhirat, pahala yang didapatkan oleh orang yang melakukan sahur, bagaimana tidak? dia mendapat pahala karena mengikuti perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan disamping itu juga meneladani beliau shallallahu alaihi wasallam  di mana beliau juga melakukannya.

Bersahur juga sebagai bentuk penyelisihan terhadap ahlu kitab di mana mereka tidak bersahur ketika hendak puasa, dan kita telah diperintahkan untuk menyelisihi mereka dalam banyak perkara, termasuk dalam perkara sahur ini, sehingga ketika kita menyelisihinya, kita pun mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala.

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Dari Amru bin al Ash radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur."
[HR Muslim 1096]

Dari sisi akhirat juga adalah mendapatkan shalawat dari Allah Ta'ala dan malaikat-malaikatNya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sahur adalah makan yang diberkahi, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang dari kalian hanya minum dengan seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur."
[HR Ahmad 10664]

Dalam hadits disebutkan bersahur walau dengan seteguk air, ini menunjukkan betapa pentingnya bersahur.

Keberkahan sahur dari sisi dunia:
1. Menikmati makanan dan minuman halal yang disukai.
2.  Dapat menguatkan orang yang berpuasa .
3. Menambah semangat untuk melakukan ketaatan selama berpuasa dan aktivitas lainnya. 
4. Terjaganya kekuatan badan.
5. Dan lainnya

Kemudian waktu sahur yang paling afdhal adalah beberapa menit sebelum masuknya waktu imsak dengan kata lain mengakhirkannya

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُمْ تَسَحَّرُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ أَوْ سِتِّينَ يَعْنِي آيَةً
Dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat." Aku bertanya, "Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh?" Dia menjawab, "Antara lima puluh hingga enam puluh maksudnya ayat."
[Al Bukhari 575, dan Muslim 1097]

Hadits di atas menunjukkan bahwa waktu sahur Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berdekatan dengan masuknya fajar shadiq yang biasanya ditandai dengan adzan subuh.

Dan dalam hadits lain,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ أَوْ قَالَ حَتَّى تَسْمَعُوا أَذَانَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ وَكَانَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ رَجُلًا أَعْمَى لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَقُولَ لَهُ النَّاسُ أَصْبَحْتَ
Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bilal mengumandangkan adzan pada waktu malam, maka silakan kalian makan dan minum hingga adzan dikumandangkan", atau Beliau bersabda; "Hingga kalian dengar adzan Ibnu Ummi Maktum". Dan Ibnu Ummi Maktum adalah seorang sahabat yang buta, yang dia tidak mengumandangkan adzan kecuali setelah orang-orang berkata kepadanya, 'Sekarang engkau telah berada di waktu subuh (sekarang giliranmu) ".
[HR Al Bukhari 617, dan Muslim 1092]

Hadits menjelaskan bahwa akhir waktu sahur hingga masuk waktu subuh, atau yang biasa disebut terbitnya fajar shadiq atau fajar kedua.

Inilah beberapa pembahasan tentang sahur, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc