Ramadhan, Luar Biasa
Tahukah anda bahwa ramadhan adalah bulan penuh dengan kerberkahan? Hari-harinya sedikit tapi yang Allah Ta'ala siapkan dari kebaikan di bulan ini dari bulan lainnya untuk hamba-hambanya sangatlah banyak, mari kita simak penjelasan di bawah ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ
"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira kepada sahabatnya seraya bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah"
[HR An Nasai 2106 dan Ahmad 8631, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahumullah]
Mungkin ada sebagian dari kita belum tahu bahwa pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu, dalam lanjutan hadits di atas disebutkan bahwa:
يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ
"Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup, setan-setan dibelenggu."
Ramadhan adalah bulan yang terdapat padanya malam kemuliaan lebih baik dari 1000 bulan. Lanjutan hadits di atas:
فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
"Pada bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, maka barangsiapa terhalang darinya sungguh ia telah terhalang dari kebaikan".
Dan inilah malam lailatul qadr, malam yang sepantasnya dinikmati bagi setiap mukmin untuk mendapatkan kemuliaan di dalamnya, dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Ta'ala.
Kita tahu bahwa segala yang berhubungan dengan al quran akan menjadi mulia, al quran turun melalui perantara malaikat jibril maka menjadilah malaikat termulia, al quran turun kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam maka menjadilah beliau manusia termulia, al quran turun di zaman sahabat menjadilah mereka generasi termulia, al quran diperuntukkan kaum muslimin menjadilah kaum termulia, apatah lagi mereka yang mempelajarinya dan mengajarkannya, al quran turun di mekkah maka menjadilah mekkah tempat termulia, begitu pula al quran turun di bulan ramadhan menjadilah ramadhan bulan termulia, Allah Ta'ala berfirman:
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."
[Qs Al-Baqarah 185]
Untuk itu, semestinya seorang muslim lebih banyak berinteraksi dengan al quran di bulan ramadhan, agar termasuk golongan termulia di bulan termulia sebab membaca kitab yang paling mulia.
Dalam ayat-ayat tentang ramadhan dan puasa pada surah al baqarah, terdapat ayat khusus tentang berdoa, di mana merupakan isyarat bahwa di bulan ramadhan adalah bulan untuk memperbanyak berdoa, dan mustajabnya doa lebih kuat, Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِی عَنِّی فَإِنِّی قَرِیبٌۖ أُجِیبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡیَسۡتَجِیبُوا۟ لِی وَلۡیُؤۡمِنُوا۟ بِی لَعَلَّهُمۡ یَرۡشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."
[Qs Al-Baqarah 186]
Ramadhan dalah bulan pada setiap malamnya ada yang Allah Ta'ala bebaskan dari neraka, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”
[HR. Al Bazaar, Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan perawi-perawinya tsiqoh (terpercaya)].
Tatkala Allah Ta'ala memberikan ampunan kepada siapa yang berpuasa asyuro dengan ampunan selama setahun yang lalu, dan puasa arafah dengan ampunan selama 2 tahun, setahun lalu dan setahun kemudian, Allah Ta'ala memberi ampunan tanpa batas kepada hamba-hambaNya yang berpuasa karena keimanan dan mengharapkan pahala dariNya di bulan ramadhan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”.
[HR. Bukhari 38 dan Muslim 760)
Ini merupakan keutamaan yang sangat besar, karena di dalam hadits tidak disebutkan batas pengampunan Allah Ta'ala.
Ramadhan di antara ramadhan berikutnya dosa-dosa kecil terampuni, kecuali dosa besar harus dengan taubat nasuha, dalam hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat lima waktu dan shalat Jum'at ke Jum'at berikutnya, dan Ramadlan ke Ramadlan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar." [HR Muslim 233]
Ramadhan adalah bulan puasa, bulan dimana rukun diantara rukun-rukun islam diwajibkan, ayat yang sering kita dengar, baca, bahkan kadang kita sendiri yang sampaikan kepada orang lain, yaitu hadits yang terkenal dengan hadits jibril yang bertanya tentang islam, iman dan ihsan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasalam menjawab: "Islam adalah Kesaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadhan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu
[HR Muslim 8]
Seseorang kadang tidak kuat berpuasa di luar bulan ramadhan, tapi ketika ramadhan datang, diapun menjadi kuat berpuasa, karena kebaikan-kebaikan yang Allah Ta'ala beri pada ramadhan, dan banyaknya orang yang berpuasa sehingga menguatkan dirinya juga ikut berpuasa.
Disebutkan bahwa pahala seseorang ketika berpuasa satu hari saja maka pahalanya sama dengan 10 hari.
Dalilnya keumuman ayat Allah Ta'ala tentang setiap kebaikan diganjar dengan 10 kali lipat pahala
مَن جَاۤءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَاۤءَ بِٱلسَّیِّئَةِ فَلَا یُجۡزَىٰۤ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ
"Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi)."
[Qs Al-An'am 160]
Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam tentang puasa 6 hari di bulan syawal:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka yang demikian itu seolah-olah berpuasa sepanjang tahun."
[HR Muslim 1164]
Berarti ramadhan selama sebulan seseorang berpuasa dikali 10 sama dengan 10 bulan, dan ditambah 6 hari dikali 10 sama dengan 60 hari atau 2 bulan, semuanya 12 bulan atau satu tahun.
Ramadhan adalah bulan di mana umrah di dalamnya seperti berhaji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
لَمَّا رَجَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لِأُمِّ سِنَانٍ الْأَنْصَارِيَّةِ مَا مَنَعَكِ مِنْ الْحَجِّ قَالَتْ أَبُو فُلَانٍ تَعْنِي زَوْجَهَا كَانَ لَهُ نَاضِحَانِ حَجَّ عَلَى أَحَدِهِمَا وَالْآخَرُ يَسْقِي أَرْضًا لَنَا قَالَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي
Dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kembali dari pelaksanaan hajinya, Beliau berkata kepada Ummu Sinan Al Anshariyyah: "Apa yang menghalangimu untuk menunaikan haji?". Wanita itu berkata: "Bapak si fulan, yang ia maksud suaminya, memiliki dua ekor unta yang salah satunya sering digunakan untuk menunaikan haji sedangkan unta yang satunya lagi digunakan untuk mencari air minum buat kami". Beliau bersabda: "'Umrah pada bulan Ramadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku".
[HR Al Bukhari 1863 dan Muslim 1256]
Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly, Lc