Ada Apa Dengan Sahur?


Ada apa dengan sahur?

Bismillaah

Dalam bahasa arab "sahur" sinnya berfathah artinya adalah dzat makanan sahur, adapun "suhur" sinnya berdhommah artinya adalah aktivitas bersahur.

Sahur itu berberkah. Keberkahan yang ada pada sahur, tidak sepantasnya untuk seorang yang ingin berpuasa meninggalkannya, dalilnya bahwa pada saat sahur ada keberkahan, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

 عن أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan." 
[HR Al Bukhari 1789 dan Muslim 1835]

Dalam hadits lain,

عنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ فَقَالَ إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ
Dari seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, aku pernah masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau sedang makan sahur, lalu beliau bersabda,
"Sesungguhnya (sahur) itu berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya".
[HR An Nasai 2162, shahih Al Albani]

Keberkahan yang didapatkan, ada dari sisi akhirat, dan ada dari sisi dunia.

Dari sisi akhirat, pahala yang didapatkan oleh orang yang melakukan sahur, bagaimana tidak? dia mendapat pahala karena mengikuti perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan disamping itu juga meneladani beliau shallallahu alaihi wasallam  di mana beliau juga melakukannya.

Bersahur juga sebagai bentuk penyelisihan terhadap ahlu kitab di mana mereka tidak bersahur ketika hendak puasa, dan kita telah diperintahkan untuk menyelisihi mereka dalam banyak perkara, termasuk dalam perkara sahur ini, sehingga ketika kita menyelisihinya, kita pun mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala.

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Dari Amru bin al Ash radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur."
[HR Muslim 1096]

Dari sisi akhirat juga adalah mendapatkan shalawat dari Allah Ta'ala dan malaikat-malaikatNya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sahur adalah makan yang diberkahi, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang dari kalian hanya minum dengan seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur."
[HR Ahmad 10664]

Dalam hadits disebutkan bersahur walau dengan seteguk air, ini menunjukkan betapa pentingnya bersahur.

Keberkahan sahur dari sisi dunia:
1. Menikmati makanan dan minuman halal yang disukai.
2.  Dapat menguatkan orang yang berpuasa .
3. Menambah semangat untuk melakukan ketaatan selama berpuasa dan aktivitas lainnya. 
4. Terjaganya kekuatan badan.
5. Dan lainnya

Kemudian waktu sahur yang paling afdhal adalah beberapa menit sebelum masuknya waktu imsak dengan kata lain mengakhirkannya

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُمْ تَسَحَّرُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ أَوْ سِتِّينَ يَعْنِي آيَةً
Dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat." Aku bertanya, "Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh?" Dia menjawab, "Antara lima puluh hingga enam puluh maksudnya ayat."
[Al Bukhari 575, dan Muslim 1097]

Hadits di atas menunjukkan bahwa waktu sahur Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berdekatan dengan masuknya fajar shadiq yang biasanya ditandai dengan adzan subuh.

Dan dalam hadits lain,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ أَوْ قَالَ حَتَّى تَسْمَعُوا أَذَانَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ وَكَانَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ رَجُلًا أَعْمَى لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَقُولَ لَهُ النَّاسُ أَصْبَحْتَ
Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bilal mengumandangkan adzan pada waktu malam, maka silakan kalian makan dan minum hingga adzan dikumandangkan", atau Beliau bersabda; "Hingga kalian dengar adzan Ibnu Ummi Maktum". Dan Ibnu Ummi Maktum adalah seorang sahabat yang buta, yang dia tidak mengumandangkan adzan kecuali setelah orang-orang berkata kepadanya, 'Sekarang engkau telah berada di waktu subuh (sekarang giliranmu) ".
[HR Al Bukhari 617, dan Muslim 1092]

Hadits menjelaskan bahwa akhir waktu sahur hingga masuk waktu subuh, atau yang biasa disebut terbitnya fajar shadiq atau fajar kedua.

Inilah beberapa pembahasan tentang sahur, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »