Tampilkan postingan dengan label Sahur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahur. Tampilkan semua postingan

Hukum Mengingatkan Sahur Dan Buka Bukan Mahram


Hukum Mengingatkan Sahur Dan Buka Bukan Mahram

Assalamualaikum
Nama: Nuranisyah
Pertanyaan: bagaimana  puasa seseorang jika seseorang itu selalu mengingatkan sahur dan buka pada lawan jenis nya. Padahal mereka tidak ada ikatan apa apa, contohnya seperti teman cowok bergaul dengan teman cewek nya

Jawaban
Bismillah 
Puasa tetap sah, tapi dia berdosa karena melakukan perbuatan yang diharamkan yaitu mendekati zina.

(وَلَا تَقۡرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰۤۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةࣰ وَسَاۤءَ سَبِیلࣰا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk"
[Surat Al-Isra' 32]

Dan termasuk jalan menuju zina adalah melakukan hal sebagaimana yang disebutkan penanya.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Ada Apa Dengan Sahur?


Ada apa dengan sahur?

Bismillaah

Dalam bahasa arab "sahur" sinnya berfathah artinya adalah dzat makanan sahur, adapun "suhur" sinnya berdhommah artinya adalah aktivitas bersahur.

Sahur itu berberkah. Keberkahan yang ada pada sahur, tidak sepantasnya untuk seorang yang ingin berpuasa meninggalkannya, dalilnya bahwa pada saat sahur ada keberkahan, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

 عن أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan." 
[HR Al Bukhari 1789 dan Muslim 1835]

Dalam hadits lain,

عنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ فَقَالَ إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمْ اللَّهُ إِيَّاهَا فَلَا تَدَعُوهُ
Dari seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, aku pernah masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau sedang makan sahur, lalu beliau bersabda,
"Sesungguhnya (sahur) itu berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya".
[HR An Nasai 2162, shahih Al Albani]

Keberkahan yang didapatkan, ada dari sisi akhirat, dan ada dari sisi dunia.

Dari sisi akhirat, pahala yang didapatkan oleh orang yang melakukan sahur, bagaimana tidak? dia mendapat pahala karena mengikuti perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan disamping itu juga meneladani beliau shallallahu alaihi wasallam  di mana beliau juga melakukannya.

Bersahur juga sebagai bentuk penyelisihan terhadap ahlu kitab di mana mereka tidak bersahur ketika hendak puasa, dan kita telah diperintahkan untuk menyelisihi mereka dalam banyak perkara, termasuk dalam perkara sahur ini, sehingga ketika kita menyelisihinya, kita pun mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala.

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Dari Amru bin al Ash radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur."
[HR Muslim 1096]

Dari sisi akhirat juga adalah mendapatkan shalawat dari Allah Ta'ala dan malaikat-malaikatNya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sahur adalah makan yang diberkahi, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang dari kalian hanya minum dengan seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur."
[HR Ahmad 10664]

Dalam hadits disebutkan bersahur walau dengan seteguk air, ini menunjukkan betapa pentingnya bersahur.

Keberkahan sahur dari sisi dunia:
1. Menikmati makanan dan minuman halal yang disukai.
2.  Dapat menguatkan orang yang berpuasa .
3. Menambah semangat untuk melakukan ketaatan selama berpuasa dan aktivitas lainnya. 
4. Terjaganya kekuatan badan.
5. Dan lainnya

Kemudian waktu sahur yang paling afdhal adalah beberapa menit sebelum masuknya waktu imsak dengan kata lain mengakhirkannya

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُمْ تَسَحَّرُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ أَوْ سِتِّينَ يَعْنِي آيَةً
Dari Anas bin Malik bahwa Zaid bin Tsabit telah menceritakan kepadanya, bahwa mereka pernah sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian mereka berdiri untuk melaksanakan shalat." Aku bertanya, "Berapa jarak antara sahur dengan shalat subuh?" Dia menjawab, "Antara lima puluh hingga enam puluh maksudnya ayat."
[Al Bukhari 575, dan Muslim 1097]

Hadits di atas menunjukkan bahwa waktu sahur Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berdekatan dengan masuknya fajar shadiq yang biasanya ditandai dengan adzan subuh.

Dan dalam hadits lain,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ أَوْ قَالَ حَتَّى تَسْمَعُوا أَذَانَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ وَكَانَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ رَجُلًا أَعْمَى لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَقُولَ لَهُ النَّاسُ أَصْبَحْتَ
Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bilal mengumandangkan adzan pada waktu malam, maka silakan kalian makan dan minum hingga adzan dikumandangkan", atau Beliau bersabda; "Hingga kalian dengar adzan Ibnu Ummi Maktum". Dan Ibnu Ummi Maktum adalah seorang sahabat yang buta, yang dia tidak mengumandangkan adzan kecuali setelah orang-orang berkata kepadanya, 'Sekarang engkau telah berada di waktu subuh (sekarang giliranmu) ".
[HR Al Bukhari 617, dan Muslim 1092]

Hadits menjelaskan bahwa akhir waktu sahur hingga masuk waktu subuh, atau yang biasa disebut terbitnya fajar shadiq atau fajar kedua.

Inilah beberapa pembahasan tentang sahur, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Kurma Saat Sahur Dan Buka

Jangan Biarkan Sahur Dan Buka Tanpa Kurma

Bismillah

Sahur dengan keutamaannya yang sangat banyak, dan buka puasa yang merupakan kegembiraan untuk orang berpuasa, membuahkan pertanyaan, apakah yang paling baik untuk kita konsumsi saat bersahur dan berbuka?

Ternyata dalam hadits tentang sahur, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ
"Sebaik-baik (makanan) sahur bagi seorang mukmin adalah kurma."
[HR Abu Dawud 2345, Shahih Al Albani]

Dan tentang buka puasa, beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

"Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam berbuka dengan kurma basah (ruthob) sebelum shalat, jika beliau tidak mendapatinya, maka (beliau berbuka) dengan kurma kering (tamr) dan jika tidak mendapatkan kurma kering, beliau berbuka dengan meneguk air beberapa tegukan".
[HR At Tirmidzi 692, Shahih Al Albani]

Untuk itu, kita sebagai hamba Allah Ta'ala yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mesti peka dengan sabda beliau di atas. Di mana beliau mengisyaratkan untuk kita bersahur dan berbuka dengan kurma. Atau dengan kata lain jangan sampai tidak ada kurma di waktu sahur dan waktu berbuka kita.

Untuk itu, di bulan ramadhan, banyaknya penjual kurma, bahkan banyaknya orang yang membagi-bagikan kurma secara gratis, maka jangan sampai kita ketinggalan mendapatkannya untuk kita bersahur dan berbuka.
 
Ada apa dengan kurma? Tentunya syariat islam tidaklah menganjurkan sesuatu kecuali ada manfaat besar di situ, termasuk makan kurma saat sahur dan berbuka.

Beberapa manfaat kurma saat sahur dan buka:

1. Memulihkan energi.
Sebanyak 100 gram kurma mengandung sekitar 277 kalori. Oleh karena itu, jika Anda mengonsumsi buah ini di waktu berbuka puasa, tenaga akan pulih dalam seketika. “Kurma sangat cocok dikonsumsi sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa. Setelah selama sehari penuh Anda berpuasa, kurma akan segera mengembalikan tenaga Anda,” kata dr. Kartika.

2. Melancarkan buang air besar. 
Kurma kaya serat makanan, sehingga mencegah penyerapan kolesterol jahat (LDL) dalam usus. Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada buah ini juga terbukti efektif untuk melancarkan proses buang air besar.

3. Mencegah penyakit berbahaya
Kurma mengandung manfaat kesehatan berupa antioksidan polifenol flavonoid. Kandungan ini memiliki fungsi sebagai antiinfeksi, antiinflamasi, dan antihemoragik. Kesemua fungsi tersebut membuat kurma menjadi buah yang mampu mencegah sebagian besar penyakit berbahaya.

4. Mendukung pertumbuhan tulang
Kurma memiliki kandungan mineral yang berlimpah, seperti kalsium, mangan, tembaga, dan magnesium. Kalsium merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot.
“Sementara itu, mangan digunakan oleh tubuh sebagai kofaktor untuk enzim antioksidan. Tembaga diperlukan untuk produksi sel darah merah. Magnesium sangat penting untuk pertumbuhan tulang,” kata dr. Kartika.

5. Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke
Kurma sangat kaya akan potasium, yaitu komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Ini berarti, kurma dapat melindungi Anda dari stroke dan jantung koroner di kemudian hari.

6. Meningkatkan fungsi penglihatan
Berdasarkan penelitian, kurma adalah sumber penting vitamin A yang mengandung 149 IU per 100 gram. Jumlah tersebut sangatlah penting untuk fungsi penglihatan, meski Anda tak mendapat asupan selama 12 jam atau lebih saat berpuasa.

7. Meningkatkan kesehatan otak
Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan, bahwa mengonsumsi kurma selama puasa bisa mengembalikan fokus dan menjaga kesehatan otak selama puasa. Kurma juga bisa membantu menurunkan jumlah hormon kortisol atau hormon stres.

8.  Menurunkan kolesterol
Ahli jantung di Uni Emirat Arab menemukan, bahwa mengonsumsi kurma selama mampu mengurangi kolesterol dalam darah. Dengan begitu, mengonsumi kurma bisa menyehatkan jantung.

9. Detoksifikasi
Tidak mengonsumsi makan dan minum saat berpuasa membantu mendetoksifikasi sistem pencernaan. Di tambah mengonsumsi kurma saat berpuka dan sahur, tentu akan lebih sehat. Kandungan tinggi karbohidrat dan fruktosa yang mudah dipecah akan menjadi energi membuat tubuh lebih sehat selama puasa.
Kurma juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat serta diperkaya dengan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, selenium, magnesium, natrium, cobalt, dan zink.

10. Menyerap lebih banyak nutrisi
Menjalankan puasa membuat tubuh mengalami peningkatan hormon yang disebut adiponectin. Akibatnya, otot akan mudah menyerap lebih banyak nutrisi. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, Anda bisa mengonsumsi kurma.
Sumber untuk manfaat kurma saat sahur dan buka: website lifestyle dan klik dokter

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya


Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya

Sedekah yang dikeluarkan oleh seseorang lebih baik daripada sedekah yang diterima, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” 
[HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033]

Di bulan ramadhan adalah waktu untuk bersedekah melebihi sedekah yang dilakukan dari bulan lainnya. 

Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah memberi contoh tersebut, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma yang memceritakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” 
[HR. Bukhari, no.6]

Sifat kedermawanan beliau shallallahu alaihi wasallam perlu untuk kita contohi, apatahlagi di bulan ramadhan ini, bulan berkah.

Ada 2 contoh sedekah yang perlu kita perhatikan adalah sedekah memberi sahur dan buka.

Sedekah memberi sahur:

1. Memberi makan sahur merupakan sunnah mahjurah/yang banyak dilalaikan oleh orang-orang pada zaman ini, padahal para salaf rahimahumullah banyak melakukan hal ini.

2) Karena makanan sahur dan aktifitas sahur berkah maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan keberkahan tersebut.

3) Karena dengan sahur orang bisa kuat beribadah puasa maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa walaupun tidak ada dalil khusus kecuali dalil umum
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ 
"Barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan tersebut"
[HR Muslim nomor 1893]

Sedekah memberi buka:

1) Hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
"Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun".
[HR Ibnu Majah 1746, shahih al Albani]

2) Hadits bahwa malaikat bershalawat atas orang yang memberi makan buka puasa:

حديث أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ، فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ»
Hadits Anas, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi Sa'ad bin 'Ubadah, dan Sa'ad menyuguhkan roti dan zait, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memakannya, setelah itu beliau bersabda: "Telah berbuka di rumah kalian orang-orang yang berpuasa, dan telah makan makananmu orang-orang yang baik, dan telah bershalawat kepadamu para Malaikat."
[HR Abu Dawud 3854, shahih al Albani]

3) Dan juga ketika memberikan makanan berbuka menunjukkan bahwa kita telah membantu orang menyelesaikan suatu amalan shalih yang dia lakukan.

Masih banyak macam sedekah yang bisa kita lakukan, semoga keduanya ini bisa mewakili.

Wallahu a'lam.
✒ Sayyid Syadly, Lc