Tampilkan postingan dengan label Buka Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buka Puasa. Tampilkan semua postingan

Kurma Saat Sahur Dan Buka

Jangan Biarkan Sahur Dan Buka Tanpa Kurma

Bismillah

Sahur dengan keutamaannya yang sangat banyak, dan buka puasa yang merupakan kegembiraan untuk orang berpuasa, membuahkan pertanyaan, apakah yang paling baik untuk kita konsumsi saat bersahur dan berbuka?

Ternyata dalam hadits tentang sahur, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ
"Sebaik-baik (makanan) sahur bagi seorang mukmin adalah kurma."
[HR Abu Dawud 2345, Shahih Al Albani]

Dan tentang buka puasa, beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

"Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam berbuka dengan kurma basah (ruthob) sebelum shalat, jika beliau tidak mendapatinya, maka (beliau berbuka) dengan kurma kering (tamr) dan jika tidak mendapatkan kurma kering, beliau berbuka dengan meneguk air beberapa tegukan".
[HR At Tirmidzi 692, Shahih Al Albani]

Untuk itu, kita sebagai hamba Allah Ta'ala yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mesti peka dengan sabda beliau di atas. Di mana beliau mengisyaratkan untuk kita bersahur dan berbuka dengan kurma. Atau dengan kata lain jangan sampai tidak ada kurma di waktu sahur dan waktu berbuka kita.

Untuk itu, di bulan ramadhan, banyaknya penjual kurma, bahkan banyaknya orang yang membagi-bagikan kurma secara gratis, maka jangan sampai kita ketinggalan mendapatkannya untuk kita bersahur dan berbuka.
 
Ada apa dengan kurma? Tentunya syariat islam tidaklah menganjurkan sesuatu kecuali ada manfaat besar di situ, termasuk makan kurma saat sahur dan berbuka.

Beberapa manfaat kurma saat sahur dan buka:

1. Memulihkan energi.
Sebanyak 100 gram kurma mengandung sekitar 277 kalori. Oleh karena itu, jika Anda mengonsumsi buah ini di waktu berbuka puasa, tenaga akan pulih dalam seketika. “Kurma sangat cocok dikonsumsi sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa. Setelah selama sehari penuh Anda berpuasa, kurma akan segera mengembalikan tenaga Anda,” kata dr. Kartika.

2. Melancarkan buang air besar. 
Kurma kaya serat makanan, sehingga mencegah penyerapan kolesterol jahat (LDL) dalam usus. Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada buah ini juga terbukti efektif untuk melancarkan proses buang air besar.

3. Mencegah penyakit berbahaya
Kurma mengandung manfaat kesehatan berupa antioksidan polifenol flavonoid. Kandungan ini memiliki fungsi sebagai antiinfeksi, antiinflamasi, dan antihemoragik. Kesemua fungsi tersebut membuat kurma menjadi buah yang mampu mencegah sebagian besar penyakit berbahaya.

4. Mendukung pertumbuhan tulang
Kurma memiliki kandungan mineral yang berlimpah, seperti kalsium, mangan, tembaga, dan magnesium. Kalsium merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot.
“Sementara itu, mangan digunakan oleh tubuh sebagai kofaktor untuk enzim antioksidan. Tembaga diperlukan untuk produksi sel darah merah. Magnesium sangat penting untuk pertumbuhan tulang,” kata dr. Kartika.

5. Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke
Kurma sangat kaya akan potasium, yaitu komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Ini berarti, kurma dapat melindungi Anda dari stroke dan jantung koroner di kemudian hari.

6. Meningkatkan fungsi penglihatan
Berdasarkan penelitian, kurma adalah sumber penting vitamin A yang mengandung 149 IU per 100 gram. Jumlah tersebut sangatlah penting untuk fungsi penglihatan, meski Anda tak mendapat asupan selama 12 jam atau lebih saat berpuasa.

7. Meningkatkan kesehatan otak
Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan, bahwa mengonsumsi kurma selama puasa bisa mengembalikan fokus dan menjaga kesehatan otak selama puasa. Kurma juga bisa membantu menurunkan jumlah hormon kortisol atau hormon stres.

8.  Menurunkan kolesterol
Ahli jantung di Uni Emirat Arab menemukan, bahwa mengonsumsi kurma selama mampu mengurangi kolesterol dalam darah. Dengan begitu, mengonsumi kurma bisa menyehatkan jantung.

9. Detoksifikasi
Tidak mengonsumsi makan dan minum saat berpuasa membantu mendetoksifikasi sistem pencernaan. Di tambah mengonsumsi kurma saat berpuka dan sahur, tentu akan lebih sehat. Kandungan tinggi karbohidrat dan fruktosa yang mudah dipecah akan menjadi energi membuat tubuh lebih sehat selama puasa.
Kurma juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat serta diperkaya dengan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, selenium, magnesium, natrium, cobalt, dan zink.

10. Menyerap lebih banyak nutrisi
Menjalankan puasa membuat tubuh mengalami peningkatan hormon yang disebut adiponectin. Akibatnya, otot akan mudah menyerap lebih banyak nutrisi. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, Anda bisa mengonsumsi kurma.
Sumber untuk manfaat kurma saat sahur dan buka: website lifestyle dan klik dokter

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Panduan Buka Puasa


Berbuka Sesuai Panduan Syariat

1. Kapan waktunya berbuka puasa?

Allah Ta'ala berfirman:

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ 
"Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam" 
[Al-Baqarah : 187]
Awal malam itu ketika terbenamnya matahari. Jadi berbuka saat matahari tenggelam.

2. Mana yang afdhal, menyegerakan berbuka atau memperlambatnya?

Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
"Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka" 
[HR Bukhari dan Muslim]

Dan disebutkan bahwa:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهُمْ سَحُورًا
"Para sahabat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur" 
[Mushannaf Abdur Razaq 7591, shahih]

Dan perkara ini menyelisihi ahlu kitab:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

لاَيَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ، لِأَنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِرُوْنَ
"Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka , karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya"
[HR Abu Dawud, Hasan Al Albani]

3. Dengan apa berbuka?

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللِّهِ صَلَّى اللَّهً عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أََنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَم تَكُنْ حَسَا حَسَواتٍ مِنْ مَاءٍ
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air"
[HR Abu Dawud, dan Tirmidzi, Shahih]

Hadits ini tidak menunjukkan bahwa kita diperintahkan hanya memakan kurma, tapi jangan sampai buka kita tidak ada kurma padanya, meskipun ini tidak sampai wajib ada kurma.

4. Apa yang diucapkan ketika berbuka?

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
"Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah"
[HR Abu Dawud]

5. Bagaimana ganjaran dengan orang yang memberi buka puasa?

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
"Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun" 
[HR Tirmidzi]

6. Apa doa untuk orang yang memberikan makanan buka puasa?

أَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ وَأَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ
“Telah makan makanan kalian orang-orang baik, dan para malaikat bershalawat (mendo’akan kebaikan) atas kalian, dan orang-orang yang berpuasa telah berbuka disisi kalian.” 
[HR Ahmad]

اَللَّهُمَّ اَطْعِمْ مَنْ اَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ
"Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan berilah minum orang yang memberiku minum" 
[HR Muslim 2055]

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
"Ya Allah, berkahi mereka pada seluruh rizki yang Engkau berikan kepada mereka, dan ampuni mereka, dan rahmati mereka" 
[HR Muslim 2042]

7. Apakah doa orang berbuka puasa  maqbul?

Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
"Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak" 
[HR Ibnu Majah]

8. Bagaimana hukum berbuka tanpa sengaja?

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ
“Barangsiapa yang lupa sementara dia dalam kondisi puasa, kemudian makan atau minum. Maka hendaknya dia sempurnakan puasanya. Sesungguuhnya Allah telah memberi makan dan minum kepadanya.”
[HR Al Bukhari dan Muslim]

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَكَلَ فِي شَهْر رَمَضَان نَاسِيًا فَلَا قَضَاء عَلَيْهِ
"Siapa yang makan di bulan Ramadan dalam keadaan lupa, maka dia tidak diwajibkan mengqadhanya."
[HR Ad Daruqutni]

9. Apa akibat berbuka tanpa sebab syar'i?

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلَانِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلًا وَعْرًا فَقَالَا لِي: اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ الْأَصْوَاتُ؟ قَالَ: هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ, ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٍ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا, فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقِيلَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ
"Ketika aku tidur, (aku bermimpi) melihat ada dua orang yang mendatangiku, kemudian keduanya memegang lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Mereka mengatakan, ‘Naiklah!’ Ketika aku sampai di atas gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat keras. Aku pun bertanya, ‘Suara apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka.’ Kemudian mereka membawaku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, aku melihat ada orang yang digantung dengan mata kakinya (terjungkir), pipinya sobek, dan mengalirkan darah. Aku pun bertanya, ‘Siapakah mereka itu?’ Kedua orang ini menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunya (meninggalkan puasa)"
[HR. Ibnu Hibban]

Inilah beberapa panduan berkaitan dengan berbuka puasa. 

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya


Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya

Sedekah yang dikeluarkan oleh seseorang lebih baik daripada sedekah yang diterima, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” 
[HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033]

Di bulan ramadhan adalah waktu untuk bersedekah melebihi sedekah yang dilakukan dari bulan lainnya. 

Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah memberi contoh tersebut, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma yang memceritakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” 
[HR. Bukhari, no.6]

Sifat kedermawanan beliau shallallahu alaihi wasallam perlu untuk kita contohi, apatahlagi di bulan ramadhan ini, bulan berkah.

Ada 2 contoh sedekah yang perlu kita perhatikan adalah sedekah memberi sahur dan buka.

Sedekah memberi sahur:

1. Memberi makan sahur merupakan sunnah mahjurah/yang banyak dilalaikan oleh orang-orang pada zaman ini, padahal para salaf rahimahumullah banyak melakukan hal ini.

2) Karena makanan sahur dan aktifitas sahur berkah maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan keberkahan tersebut.

3) Karena dengan sahur orang bisa kuat beribadah puasa maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa walaupun tidak ada dalil khusus kecuali dalil umum
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ 
"Barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan tersebut"
[HR Muslim nomor 1893]

Sedekah memberi buka:

1) Hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
"Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun".
[HR Ibnu Majah 1746, shahih al Albani]

2) Hadits bahwa malaikat bershalawat atas orang yang memberi makan buka puasa:

حديث أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ، فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ»
Hadits Anas, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi Sa'ad bin 'Ubadah, dan Sa'ad menyuguhkan roti dan zait, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memakannya, setelah itu beliau bersabda: "Telah berbuka di rumah kalian orang-orang yang berpuasa, dan telah makan makananmu orang-orang yang baik, dan telah bershalawat kepadamu para Malaikat."
[HR Abu Dawud 3854, shahih al Albani]

3) Dan juga ketika memberikan makanan berbuka menunjukkan bahwa kita telah membantu orang menyelesaikan suatu amalan shalih yang dia lakukan.

Masih banyak macam sedekah yang bisa kita lakukan, semoga keduanya ini bisa mewakili.

Wallahu a'lam.
✒ Sayyid Syadly, Lc