Berbuka Sesuai Panduan Syariat
1. Kapan waktunya berbuka puasa?
Allah Ta'ala berfirman:
ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
"Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam"
[Al-Baqarah : 187]
Awal malam itu ketika terbenamnya matahari. Jadi berbuka saat matahari tenggelam.
2. Mana yang afdhal, menyegerakan berbuka atau memperlambatnya?
Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
"Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka"
[HR Bukhari dan Muslim]
Dan disebutkan bahwa:
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهُمْ سَحُورًا
"Para sahabat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur"
[Mushannaf Abdur Razaq 7591, shahih]
Dan perkara ini menyelisihi ahlu kitab:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
لاَيَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ، لِأَنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِرُوْنَ
"Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka , karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya"
[HR Abu Dawud, Hasan Al Albani]
3. Dengan apa berbuka?
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
كَانَ رَسُولُ اللِّهِ صَلَّى اللَّهً عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أََنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَم تَكُنْ حَسَا حَسَواتٍ مِنْ مَاءٍ
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air"
[HR Abu Dawud, dan Tirmidzi, Shahih]
Hadits ini tidak menunjukkan bahwa kita diperintahkan hanya memakan kurma, tapi jangan sampai buka kita tidak ada kurma padanya, meskipun ini tidak sampai wajib ada kurma.
4. Apa yang diucapkan ketika berbuka?
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
"Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah"
[HR Abu Dawud]
5. Bagaimana ganjaran dengan orang yang memberi buka puasa?
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
"Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun"
[HR Tirmidzi]
6. Apa doa untuk orang yang memberikan makanan buka puasa?
أَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ وَأَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ
“Telah makan makanan kalian orang-orang baik, dan para malaikat bershalawat (mendo’akan kebaikan) atas kalian, dan orang-orang yang berpuasa telah berbuka disisi kalian.”
[HR Ahmad]
اَللَّهُمَّ اَطْعِمْ مَنْ اَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ
"Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan berilah minum orang yang memberiku minum"
[HR Muslim 2055]
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
"Ya Allah, berkahi mereka pada seluruh rizki yang Engkau berikan kepada mereka, dan ampuni mereka, dan rahmati mereka"
[HR Muslim 2042]
7. Apakah doa orang berbuka puasa maqbul?
Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
"Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak"
[HR Ibnu Majah]
8. Bagaimana hukum berbuka tanpa sengaja?
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ
“Barangsiapa yang lupa sementara dia dalam kondisi puasa, kemudian makan atau minum. Maka hendaknya dia sempurnakan puasanya. Sesungguuhnya Allah telah memberi makan dan minum kepadanya.”
[HR Al Bukhari dan Muslim]
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَكَلَ فِي شَهْر رَمَضَان نَاسِيًا فَلَا قَضَاء عَلَيْهِ
"Siapa yang makan di bulan Ramadan dalam keadaan lupa, maka dia tidak diwajibkan mengqadhanya."
[HR Ad Daruqutni]
9. Apa akibat berbuka tanpa sebab syar'i?
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلَانِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلًا وَعْرًا فَقَالَا لِي: اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ الْأَصْوَاتُ؟ قَالَ: هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ, ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٍ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا, فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقِيلَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ
"Ketika aku tidur, (aku bermimpi) melihat ada dua orang yang mendatangiku, kemudian keduanya memegang lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Mereka mengatakan, ‘Naiklah!’ Ketika aku sampai di atas gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat keras. Aku pun bertanya, ‘Suara apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka.’ Kemudian mereka membawaku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, aku melihat ada orang yang digantung dengan mata kakinya (terjungkir), pipinya sobek, dan mengalirkan darah. Aku pun bertanya, ‘Siapakah mereka itu?’ Kedua orang ini menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunya (meninggalkan puasa)"
[HR. Ibnu Hibban]
Inilah beberapa panduan berkaitan dengan berbuka puasa.
Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc