Sedekah Ramadhan, Lebih Dari Bulan Lainnya
Sedekah yang dikeluarkan oleh seseorang lebih baik daripada sedekah yang diterima, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.”
[HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033]
Di bulan ramadhan adalah waktu untuk bersedekah melebihi sedekah yang dilakukan dari bulan lainnya.
Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah memberi contoh tersebut, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma yang memceritakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.”
[HR. Bukhari, no.6]
Sifat kedermawanan beliau shallallahu alaihi wasallam perlu untuk kita contohi, apatahlagi di bulan ramadhan ini, bulan berkah.
Ada 2 contoh sedekah yang perlu kita perhatikan adalah sedekah memberi sahur dan buka.
Sedekah memberi sahur:
1. Memberi makan sahur merupakan sunnah mahjurah/yang banyak dilalaikan oleh orang-orang pada zaman ini, padahal para salaf rahimahumullah banyak melakukan hal ini.
2) Karena makanan sahur dan aktifitas sahur berkah maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan keberkahan tersebut.
3) Karena dengan sahur orang bisa kuat beribadah puasa maka sangat diharapkan yang memberi sahur juga mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa walaupun tidak ada dalil khusus kecuali dalil umum
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan tersebut"
[HR Muslim nomor 1893]
Sedekah memberi buka:
1) Hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
"Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun".
[HR Ibnu Majah 1746, shahih al Albani]
2) Hadits bahwa malaikat bershalawat atas orang yang memberi makan buka puasa:
حديث أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِلَى سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ، فَجَاءَ بِخُبْزٍ وَزَيْتٍ، فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ»
Hadits Anas, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi Sa'ad bin 'Ubadah, dan Sa'ad menyuguhkan roti dan zait, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memakannya, setelah itu beliau bersabda: "Telah berbuka di rumah kalian orang-orang yang berpuasa, dan telah makan makananmu orang-orang yang baik, dan telah bershalawat kepadamu para Malaikat."
[HR Abu Dawud 3854, shahih al Albani]
3) Dan juga ketika memberikan makanan berbuka menunjukkan bahwa kita telah membantu orang menyelesaikan suatu amalan shalih yang dia lakukan.
Masih banyak macam sedekah yang bisa kita lakukan, semoga keduanya ini bisa mewakili.
Wallahu a'lam.
✒ Sayyid Syadly, Lc