Korelasi Puasa Ummat Ini Dan Ummat Terdahulu
Dalam al quran, Allah Ta'ala menyebutkan tentang kewajiban puasa ramadhan di surah al baqarah ayat ke 183.
Allah Ta'ala menyebutkan bahwa puasa ramadhan ini wajib untuk kita kaum muslimin sebagaimana diwajibkannya atas orang-orang sebelum kita yaitu kaum-kaum terdahulu sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Firman Allah Ta'ala:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa
[Qs Al-Baqarah 2:183]
Apa hikmah dibalik penyebutan tersebut? kenapa disebutkan kewajiban puasa juga untuk orang-orang terdahulu?
Padahal ketika Allah Ta'ala hanya menyebutkan "wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa agar kalian bertaqwa" dan tidak menyebutkan "sebagaimana diwajibkannya orang-orang sebelum kalian..." maka sudah cukup untuk kita menunaikan puasa ramadhan.
Apa hikmahnya?
Sebagian orang mengatakan bahwa Allah Ta'ala menyebutkan demikian karena puasa adalah suatu amalan yang berat dilakukan, menahan diri dari hal-hal yang mubah ketika tidak puasa dan itu merupakan kebutuhan seperti makan, minum, jimak, dan lainnya tapi pada saat puasa, itu semua dilarang, makanya Allah Ta'ala menyebutkan bahwa orang-orang sebelum kita pun telah diwajibkan atas mereka, maka kita agak ringan melakukannya, dan agar kita tahu bahwa bukan hanya kita yang dibebani kewajiban ini, tapi pendahulu-pendahulu kita pun pernah diwajibkan atas mereka.
Teman-teman sekalian...
Kalau kita berpikir sebagai kaum yang terbaik dibandingkan dengan ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَـٰبِ لَكَانَ خَیۡرࣰا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
[Qs Ali 'Imran 110]
Maka kita pastinya lebih semangat lagi dengan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk kita kerjakan dan larangan-larangan yang harus kita jauhi.
Ketika Allah Ta'ala menyebutkan bahwa kaum terdahulu juga diwajibkan berpuasa, maka wahai kaum muslimin, kaum yang terbaik, ummat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, berpuasalah kalian karena puasa dengan pahala yang luar biasa, ampunan yang dibuka lebar-lebar, rahmat yang sangat luas, keutamaan yang sangat banyak, kebaikan yang tak terhingga, karunia yang tiada bandingannya, kemuliaan yang sangat agung, didapatkan untuk orang berpuasa, maka JANGANLAH KALIAN KETINGGALAN, karena kalian mesti dapatkan juga sebagaimana orang-orang sebelum kalian.
Dari sini kita ketahui bahwa puasa diwajibkan bukan karena beratnya dilakukan, jadi Allah sebutkan juga kewajibannya untuk kaum terdahulu, untuk diketahui dengan puasa seseorang mendapatkan kebaikan yang banyak, maka Allah Ta'ala sebutkan sebagaimana kaum terdahulu mendapatkan kebaikan puasa, maka kalian juga kaum muslimin perlu mendapatkannya.
Faidah dari ceramah syaikh said al kamali (berbahasa arab).
Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc
1 komentar:
komentarLuarbiasa
Reply