Bulan Ramadhan, Bulan Untuk Serius!l
Rukun dari rukun-rukun islam yaitu puasa di bulan ramadhan, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah Ta'ala. Hari-harinya hanya sedikit sebagaimana sifatnya dalam al Quran:
أَیَّامࣰا مَّعۡدُودَ ٰتࣲ
(Ramadhan) hanya beberapa hari
[Qs Al-Baqarah 2: 184].
Semua menanti kedatangannya, dengan berbagai jenis penyambutan:
1. Ada yang menyambutnya dengan mempersiapkan aneka macam makanan
2. Ada yang dengan mempersiapkan aneka macam siaran tv
3. Ada yang dengan mempersiapkan aneka macam permainan
Tapi apakah yang seharusnya lebih dipersiapkan dalam menyambut bulan penuh kemuliaan ini?
Sungguh bulan ini penuh dengan keutamaan-keutamaan, pahala yang banyak melimpah, dan ampunan dosa yang luar biasa bagi siapa yang berpuasa, berqiyam ramadhan, dan berlailatul qadr dengan sungguh-sungguh karena iman dan mengharapkan pahala di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, dosa yang diampuni bukan hanya setahun lalu atau dua tahun, tapi dosa-dosa yang telah berlalu tanpa batas waktu.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”.
[HR. Bukhari 38 dan Muslim 760)
Dalam sabda lainnya:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berqiyam ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
[HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).
Pada hadits lainnya:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
[HR. Bukhari 1901).
Keseriusan seorang mukmin dalam menggapai kebaikan-kebaikan tersebut terlihat dari bagaimana dia menyiapkan dirinya untuk ramadhan, dengan
1. Membekali diri menuntut ilmu yang berkaitan dengan ramadhan.
2. Melakukan pemanasan puasa, membaca al quran, shalat malam, bersedekah, dan amalan-amalan kebaikan lainnya mulai dari bulan-bulan sebelum datangnya ramadhan.
Bulan ramadhan bukan bulan tontonan. Banyak siaran tv, sinetron, dan acara lainnya yang ditayangkan di bulan ramadhan, sebagian mengatakan "segera hadir di bulan ramadhan sinetron ...", yang lain "nantikan di bulan ramadhan acara ...", dan lainnya yang mereka memilih bulan ramadhan sebagai kesempatan besar untuk mendapatkan pemirsa yang banyak dan untung yang besar sehingga membuat penontonnya lalai dalam menggunakan sebaik-baiknya waktu yang mulia penuh berkah ini.
Bulan ramadhan bukan bulan permainan. Tidak sedikit orang yang sibuk dengan pekerjaannya di luar bulan ramadhan tanpa memikirkan permainan-permainan, tapi ketika masuk bulan mulia ini, mereka malahan menggunakannya dalam kesia-siaan yang mereka tidak biasa lakukan di luar bulan ramadhan.
Bulan ramadhan bukan bulan tiduran. Ada diantara kaum muslimin yang menggunakan waktu ramadhannya hanya tidur saja dalam menunggu waktu berbuka, hanya bangun ketika waktu shalat tiba, dan bahkan sangat disayangkan ada yang tertidur pulas dari setelah shalat subuh dan tidak bangun kecuali pas adzan maghrib.
Bulan ramadhan bukan bulan bermalasan. Mesti sebaliknya, bulan ramadhan adalah bulan beramal, bulan memperbanyak berinteraksi dengan al quran, membacanya, mentadabburi ayat-ayatnya, menghafalnya, mengamalkannya, dan mendakhwahannya, bulan untuk menambah pundi-pundi kebaikan lainnya. Silahkan tidur secukupnya saja, jangan sampai membuang waktu banyak hanya untuk tidur.
Bulan ramadhan bukan bulan makanan. Ketika sahur maupun berbuka puasa, banyak aneka makanan yang dihidangkan, jangan rakus, jangan makan terlalu kenyang, jangan makan hingga mengakibatkan ngantuk berat yang dengannya shalat ditinggalkan, makanlah secukupnya.
Dengan demikian, hendaknya kita jauhi sejauh-jauhnya para pencuri waktu emas kita di bulan mulia ini.
Telah diisyaratkan di atas bahwa ramadhan ini hanya beberapa hari saja. Gunakan waktu-waktu berharga itu untuk melakukan ketaatan-ketaatan, jangan sampai melakukan kesia-siaan apatahlagi dosa, karena dosa yang dilakukan di bulan ramadhan jauh lebih dahsyat ancamannya daripada di bulan lainnya meski berbuat dosa dimanapun dan kapanpun tetap amat berat ancamannya.
Demikian sedikit pembahasan tentang bagaimana kita menyambut dengan serius bulan ini.
Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc