Bukan Sekedar Menahan Syahwat Perut Dan Kemaluan


Bukan Sekedar Menahan Syahwat Perut Dan Kemaluan.

Mungkin di antara kita ada yang mengira bahwa puasa hanya sekedar menahan lapar, dahaga, dan jima' saja. 

Sungguh ada di antara kaum muslimin yang berpuasa, tapi yang didapatkan dari puasanya itu hanyalah lapar, dahaga, dan tidak tercapainya keinginan berhubungan suami istri saja, tanpa adanya pahala puasa yang dia dapatkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ
Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya melainkan lapar dan dahaga, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan bagian dari ibadahnya melainkan bergadang saja."
[HR. Ahmad 8501]

Mengapa bisa demikian, orang tersebut telah lelah menahan semua itu dari terbitnya fajar shadiq (kedua) hingga terbenamnya matahari tidak mendapat apa-apa kecuali hanya menahan lapar dan haus saja?

Ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang berpuasa ketika sedang berpuasa, diantaranya adalah menghindari kata-kata dusta. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan  amalan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” 
[HR. Bukhari 1903].

Diantara hal yang perlu diperhatikan juga adalah, tidak berkata sia-sia dan tidak berkata kotor. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan bicara kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” 
[HR. Ibnu Majah, Shahih Al Albani]

Coba kita simak sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku’.” 
[HR. Muslim]

Ketika kita meninggalkan nafsu dan makanan kita karena Allah Ta'ala, tentunya kita juga mesti meninggalkan apa saja yang dilarang olehnya ketika berpuasa. 

Hal-hal mubah seperti makan, dan minum ketika tidak berpuasa menjadi haram kita lakukan ketika kita sedang puasa ramadhan, apatahlagi sesuatu yang haram lebih haram lagi ketika kita sedang puasa.

Oleh karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, hindari segala macam perbuatan haram, baik itu yang memang merupakan sesuatu haram ketika di luar puasa dan ketika berpuasa, maupun sesuatu halal ketika di luar puasa dan menjadi pembatal puasa ketika sedang puasa.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »