Fiqh Puasa Ramadhan


Fiqh Puasa Ramadhan, Harus Tahu!

*Pengertian Puasa*

Puasa adalah ibadah kepada Allah Ta'ala dengan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari. Dan puasa ramadhan dikerjakan di bulan ramadhan.

*Hukum Puasa Ramadhan*

Puasa ramadhan adalah salah satu dari rukun islam, ketika rukun dari rukun-rukun sesuatu tidak ada maka sesuatu tersebut tidak dianggap adanya, jika puasa ramadhan tidak dilakukan karena keingkaran akan adanya rukun tersebut maka tidak dianggap sebagai muslim. 

Untuk itu, puasa ramadhan wajib dilakukan bagi yang memenuhi syarat-syarat wajib.

Allah Ta'ala berfirman:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa"
[Qs Al-Baqarah 183]

Dan hadits ketika seseorang mendatangi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bertanya tentang Islam, salah satu yang beliau sebutkan kepada orang tersebut adalah puasa ramadhan.

عن طَلْحَةَ بْن عُبَيْدِ اللَّهِ يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ ثَائِرَ الرَّأْسِ يُسْمَعُ دَوِيُّ صَوْتِهِ وَلَا يُفْقَهُ مَا يَقُولُ حَتَّى دَنَا فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ فَقَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ قَالَ وَذَكَرَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّكَاةَ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ قَالَ فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَقُولُ وَاللَّهِ لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا وَلَا أَنْقُصُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ
Dari Thalhah bin 'Ubaidullah berkata: Telah datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seorang dari penduduk Najed dalam keadaan kepalanya penuh debu dengan suaranya yang keras terdengar, namun tidak dapat dimengerti apa maksud yang diucapkannya, hingga mendekat (kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) kemudian dia bertanya tentang Islam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shalat lima kali dalam sehari semalam". Kata orang itu: "apakah ada lagi selainnya buatku". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak ada kecuali yang thathawu' (sunnah) ". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Dan puasa Ramadhan". Orang itu bertanya lagi: "Apakah ada lagi selainnya buatku". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak ada kecuali yang thathawu' (sunnah) ". Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut: "Zakat": Kata orang itu: "apakah ada lagi selainnya buatku". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak ada kecuali yang thathawu' (sunnah) ". Thalhah bin 'Ubaidullah berkata: Lalu orang itu pergi sambil berkata: "Demi Allah, aku tidak akan menambah atau menguranginya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia akan beruntung jika jujur menepatinya". 
[HR Al Bukhari 46 dan Muslim 11]

*Syarat Wajib Puasa*

Syarat wajib puasa maksudnya segala sesuatu yang menjadi syarat menyebabkan seseorang diwajibkan berpuasa. 

Jika syarat tersebut belum 
terpenuhi, maka seseorang tidak wajib berpuasa. 

Syarat-syarat wajib puasa adalah sebagai berikut:
1. Beragama Islam.
2. Berakal sehat.
3. Baligh.
Namun, orang tua tetap dianjurkan untuk melatih anak-anaknya berpuasa, agar ketika baligh nantinya mereka tidak merasa 
berat. 
4. Mukim (tidak sedang bepergian).
5. Mampu (tidak sedang sakit).
6. Ditambah Suci dari haid dan nifas khusus bagi wanita.

*Rukun Puasa Ramadhan*

Rukun-rukun puasa ramadhan sebagai berikut:

1. Niat dalam hati mulai dari terbenarmnya matahari tadi malamnya hingga masuknya fajar shadiq, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum terbit fajar, tidak ada puasa baginya." 
[An Nasai 2332, Shahih]

2. Menahan dari pembatal-pembatal puasa.

3. Menyempurnakan puasa mulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.

Sunnah Puasa Ramadhan

Sunnah-sunnah puasa ramadhan maksudnya apabila ditinggalkan tidak membatalkan puasa, tapi jika dikerjakan maka dapat pahala, dan sunnah-sunnah ini ada banyak, kita sebutkan 3 sunnah:

1. Bersahur.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
"Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada barakah". [Al Bukhari 1923 dan Muslim 1095]

2. Menyegerakan berbuka.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

 لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
"Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka". 
[HR Al Bukhari 1957 dan Muslim 1098]

3. Berdoa saat berbuka.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila berbuka beliau mengucapkan: DZAHABAZH ZHAMAA`U WABTALLATIL 'URUUQU WA TSABATAL AJRU IN SYAA-ALLAAH (Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah). 
[HR Abu Dawud 2357, Hasan]

*Pembatal Puasa Ramadhan*

Pembatal-pembatal puasa ramadhan seperti 
1. makan, 
2. minum, 
3. jima', 
4. mengeluarkan mani dengan sengaja,
5. muntah dengan sengaja, dan pembatal lainnya.

*Makruh Puasa Ramadhan*

Yang dimakruhkan ketika berpuasa seperti
1. menghabiskan waktu dengan sia-sia, seperti menonton yang sia-sia, tidur berlebihan, bermain dengan permainan yang tidak berfaidah.
2. Mencium istri berlebihan.
3. Menghayal yang tidak-tidak, dan lainnya.

Menjadikan puasa berkualitas, selain dengan mengerjakan yang rukun, wajib, dan sunnah serta meninggalkan yang makruh dan haram adalah dengan memperbanyak interaksi dengan al quran, tidak meninggalkan shalat-shalat sunnah, banyak bersedekah, dan ibadah lainnya.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly, Lc

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »