Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Mengorganisir Waktu Untuk Ibadah



Mengorganisir Waktu Untuk Ibadah 

Nama : w_n
Pertanyaan :
Apa yang seharusnya dilakukan bagi seorang muslimah agar dapat mengorganisir waktu untuk ibadah .
Supaya dalam menjalani hari tetap pada koridor Allah tanpa ada rasa ngeluh karena banyak sekali batasan atau halangan yang tidak sepantasnya dilakukan seorang muslimah. Seperti WA an dgn lawan jenis, berkumpul dgn lawan jenis, dll

Jazakumullah

Jawaban
Bismillah 

Caranya agar dapat mengorganisir waktu untuk ibadah beribadah meski ramadhan telah usai, ada 2 cara yang mudah-mudahan bisa mewakili:

1. Dengan senantiasa menancapkan dalam hati bahwa Allah Ta'ala Maha Melihat apa yang kita kerjakan, dan akan kita pertanggung jawabkan semuanya, jika kebaikan akan mendapatkan ganjaran kebaikan, jika keburukan maka juga mendapatkan ganjaran keburukan.

2. Menjauhi teman buruk, dan mendekati teman yang rajin beribadah, karena seseorang tergantung agama temannya. 

Adapun WA an dgn lawan jenis, berkumpul dgn lawan jenis, dll maka silakan anda ganti dengan mengambil kesibukan kebaikan. Jika seseorang tidak sibuk dengan kebaikan, maka keburukan akan menyibukkannya.

Wallahu a'lam.
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Doa Diijabah, Tapi Lalai Kewajiban


Doa Diijabah, Tapi Lalai Kewajiban

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum
Nama: Ekaa
Pertanyaan
Dikatakan bahwa di bulan ramadhan semua do'a²nya di ijabah, sedangkan kita sibuk kerja tidak sempat melakukan kewajiban, entah lupa waktu,sibuk dll. Apa yg harus dilakukan agar tidak lalai dlm menjalankan kewajiban ?
Wassalamu'alaikum

Jawaban
Bismillah
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Banyak yang bisa dilakukan agar tidak lalai dalam menjalankan  kewajban salahsatunya adalah selalu ingat kematian

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. 
[HR. Tirmidzi].

Seseorang yang selalu mengingat kematian, dia akan selalu mengingat kewajiban-kewajibannya yang diwajibkan oleh Allah Ta'ala. Bagaimana tidak? Jika dia mati dalam keadaan tidak mengerjakan perintah-perintahNya, maka sungguh dia akan menyesal selama-selamanya setelah meninggal dunia, mendapatkan siksaan pedih, dan mempertanggung jawabkan umur yang telah dia lalui semasa hidupnya.

Berdoa dan doanya dikabulkan tapi dia meninggalkan kewajiban, dan ini adalah kemaksiatan, kemungkinan besar itu adalah istidroj.

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” 
[QS. Al An’am 6: 44]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” 
[HR. Ahmad 4: 145]

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Cara Agar Tetap Istiqomah Juga Di Luar Ramadhan


Cara Agar Tetap Istiqomah Juga Di Luar Ramadhan

Assalamualaikum .. Izin bertanya
Nama : Nia
Pertanyaan : 
Gimna caranya kita agar tetap istiqomah dlm ibadah? 
Tidak hnya di bulan ramadhan saja, jdi meskipun ramadhan usai kita masih smngt beribadahnya.
Terimakasih

Jawaban 
Bismillah 
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh 

Kita hidup di dunia adalah hamba Allah Ta'ala dimanapun dan kapanpun, kita hamba Allah Ta'ala bukan hanya pada  bulan ramadhan, tapi juga di luar ramadhan.

Makanya disebutkan:

كونوا ربانيين ولا تكونوا رمضانيين
"Jadilah hamba Allah dimanapun, bukan hanya pada bulan ramadhan"

Caranya agar tetap istiqomah beribadah meski ramadhan telah usai, ada 2 cara, mudahan bisa mewakili:

1. Dengan senantiasa menancapkan dalam hati bahwa Allah Ta'ala Maha Melihat apa yang kita kerjakan, dan akan kita pertanggung jawabkan semuanya, jika kebaikan akan mendapatkan ganjaran kebaikan, jika keburukan maka juga mendapatkan ganjaran keburukan.
2. Menjauhi teman buruk, dab mendekati teman yang rajin beribadah, karena seseorang tergantung agamanya.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Waktu Mustajab Berdoa


Waktu Mustajab Berdoa

Bismillah 

Sebagai seorang hamba, pasti butuh yang namanya doa kepada Allah Ta'ala, hanya saja kita perlu tahu waktu-waktu mustajab dan afdhal kapan saja Allah Ta'ala mengabulkan doa kita dengan. Meski kapanpun Allah Ta'ala kita bisa berdoa kepada Allah.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran". [QS Al-Baqarah 2:186]

Berikut waktu-waktu afdhal dan mustajab untuk berdoa:

1. Pada malam kemuliaan atau biasa disebut dengan lailatul qadr, dan itu berada di antara malam 10 malam terakhir bulan ramadhan.

قَالَتْ عَائِشَةُ رضي الله عنها يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ قَالَ تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata; "Wahai Nabi Allah! Bagaimana menurutmu jika saya berada pada malam lailatul Qodar, apa yang harus saya ucapkan?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Hendaklah kamu mengucapkan: ALLAAHUMMA INNAKA AFUWWUN TUHIBBUL `AFWA FA`FU `ANNI (ya Allah Engkau adalah Maha Pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah saya)." [HR Ahmad 24215]

2. Waktu di sepertiga malam terakhir setiap malam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb Tabaaraka wa Ta'ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: "Siapa yang berdo'a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni". [HR Al Bukhari 1145 dan Muslim 758]

3. Antara adzan dan iqomat

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Tidak tertolak do’a antara adzan dan iqomah" [HR Abu Dawud 521 dan At Tirmidzi 212, Sahih Al Albani]

4. Saat sujud setelah membaca bacaan sujud.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” [HR. Muslim, no. 482]

5. Hari jumat sebelum terbenamnya matahari.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ يُرِيدُ سَاعَةً لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
Dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; "Hari jum'at itu dua belas -maksudnya jam- dan tidak di dapati seorang muslim pun yang meminta kepada Allah kecuali Allah 'azza wajalla akan mengabulkannya, maka bersegeralah untuk mendapatkannya pada waktu-waktu akhir setelah Ashar." [HR. Abu Dawud 1048, An Nasai 1389]

6. Tatkala hujan.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat hujan, maka beliau berdoa: 'ALLAHUMMA SHAYYIBAA NAAFI'AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat). [HR Al Bukhari 1523]

7. Mendoakan saudara muslim lainnya sehingga malaikat mengatakan dan juga untukmu.

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Dari Abu Ad Darda' dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan mendoakannya pula: 'Dan bagimu kebaikan yang sama.' [HR Muslim 2732]

8. Doa orang tua kepada anaknya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga doa yang akan dikabulkan, dan tidak diragukan padanya, yaitu: doa orang tua, doa orang yang bersafar, dan doa orang yang dizalimi." [HR Abu Dawud 1536, shahih al Albani]

9. Dan doa anak shalih untuk orang tuanya yang masih hidup dan terlebih setelah meninggal dunia.

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ يَوۡمَ يَقُومُ ٱلۡحِسَابُ
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” [Qs Ibrahim 41]

رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا
Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kehancuran.”[Qs Nuh 28]

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [Qs Al-Isra' 24]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya." [HR Muslim 1631]

10 Setelah membaca bacaan tasyahud, shalawat, sebelum salam dalam shalat.

ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنْ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ
"...kemudian dia memilih permintaan doa yang dia kehendak". [HR Muslim 402]

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc