Tampilkan postingan dengan label Alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alquran. Tampilkan semua postingan

Hukum Membaca Kitab Samawi Selain Alquran


Hukum Membaca Kitab Samawi Selain Alquran

Pertanyaan ❓
[Dari Rima / Yogyakarta]

Bolehkah seorang muslim mempelajari kitab zabur? Kitab taurat? Dan kitab injil?

===
Jawaban💡

Bismillah
Coba kita perhatikan hadits di bawah ini:

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكُتُبِ فَقَرَأَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَضِبَ فَقَالَ أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي
Dari Jabir bin Abdullah bahwa 'Umar bin khatab menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa tulisan yang dia dapatkan dari Ahli Kitab. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terus membacanya dan marah seraya bersabda: "Bukankah isinya hanya orang-orang yang bodoh Wahai Ibnu Khottob?. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, saya datang kepada kalian dengan membawa cahaya yang terang. Janganlah kalian bertanya kepada mereka tentang sesuatu! Bagaimana jika mereka mengabari kalian kebenaran lalu kalian mendustakannya atau mereka (menyampaikan) kebatilan lalu kalian membenarkannya?. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa alaihissalam hidup maka tidak ada jalan lain selain dia mengikutiku." [HR Ahmad 14623]

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang hal tersebut, hingga beliau marah dengannya.

Untuk itu, jika kita mempelajarinya hanya sekedar membaca atau belajar, maka ini tidak dibolehkan.

Adapun jika mempelajarinya untuk kebutuhan mendebat mereka, atau menjelaskan kesalahan-kesalahan di dalamnya, dan ini dilakukan oleh Ulama yang memumpuni dalam bidangnya maka diperbolehkan. 

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Makna Kata Ganti "Kami" Bagi Allah


Makna Kata Ganti "Kami" Bagi Allah Ta'ala

Pertanyaan ❓
[Dari Putri Fatihah / Jawa Timur]

Sebelumnya ana minta maaf pertanyaan ana bukan meragukan Allah sebagai sang Pencipta,ana hanya ingin tahu alasannya Kenapa ada kata "kami" didalam Al-Qur'an yang difirmankan Allah SWT untuk menyebutkan dirinya. contohnya:"Sesungguhnya kami......", Bukankah Allah SWT itu Tunggal

===
Jawaban💡

Bismillah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan jawaban:

فالله - سبحانه وتعالى - يذكر نفسه تارة بصيغة المفرد، مظهرًا أو مضمرًا، وتارة بصيغة الجمع، كقوله: {إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا} وأمثال ذلك. ولا يذكر نفسه بصيغة التثنية قط، لأن صيغة الجمع تقتضي التعظيم الذي يستحقه، وربما تدل على معاني أسمائه، وأما صيغة التثنية فتدل على العدد المحصور، وهو مقدس عن ذلك.
"Allah Subhanahu wa Ta'ala kadang menyebut diriNya dengan kata tunggal, baik dengan namaNya secara langsung atau dengan kata ganti tunggal, dan kadang dengan kata ganti jamak, sebagaimana firmanNya: “Sesungguhnya Kami memberikan kemenangan yang nyata bagimu.” (Qs 48:1), dan semisal dengan ayat tersebut. Dan tidak menyebutkan namaNya dengan bentuk kata dua, karena sesungguhnya bentuk kata jamak sebagai pemuliaan/pengagungan yang berhak bagiNya, dan bolehjadi menunjukkan makna nama-namaNya. Adapun bentuk kata dua maka menunjukkan bilangan tertentu, dan Allah Maha Suci dari pembatasan bilangan tersebut".
(Kitab attadmuriyyah juz 1 hal 75)

Dalam KBBI disebutkan arti "kami" salahsatunya sebagai bentuk pemuliaan
"ka·mi pron. 1 yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; 2 yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)".

Makanya kadang orang-orang besar, tokoh, orang yang mewakili orang lain, dan lainnya seperti pak RT, Lurah, Bupati, Gubernur, Presiden dan lain-lain berkata "Kami mewakili pemerintah daerah ..." dan kadang "Saya mewakili pemerintah daerah ..."

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Bumi Datar Atau Bulat?


Bumi Datar Atau Bulat?

Pertanyaan ❓
[Dari Ibrahim adz-Dziqroh / Makassar]

Apa kah betul dunia itu bulat atau datar, padhal yg kita pljari mulai sd smpai serjana itu bulat, sedangkan ada di al_qur'an bahwa buku itu datar. Mana kah yg bnar?

Jawaban💡
Bismillaah walhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rosuulillaah

Sebenarnya bumi itu datar bagi pandangan manusia dari bumi

وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
“Dan bumi bagaimana dihamparkan?” [Al-Ghaasyiyah: 20]

Sedangkan bentuk sebenarnya adalah bulat 

يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ
“Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam.” [QS. az-Zumar: 5]

Kawwara yukawwiru artinya menjadikan sesuatu bulat, dan masuknya malam ke siang dan siang ke malam menunjukkan bumi bulat.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Tafsir Dan Tadabbur Surah AlFatihah


Bismillãh

Tafsir dan Tadabbur Al Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Maha Pengasih, Maha Penyayang.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Pemilik hari pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus.

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

[Qs Al-Fatihah (1):1-7]

Tafsir dan Tadabbur Al Fatihah

1) Dinamakan surah al fatihah dikarenakan al quran dimulai dengannya, arti al fatihah adalah pembukaan, memiliki nama lain seperti al Matsãny yaitu berulang, karena dibaca setiap rakaat shalat, dan nama lainnya.

2) Bimillahirrahmanirrahim dibaca di setiap awal surah kecuali surah attaubah, arRahman adalah salah satu nama Allah Ta'ala yang memberikan rahmatNya kepada seluruh makhluq, dan arRahim juga salah satu namaNya yang memberikan rahmatNya khusus bagi kaum mukminin.

3) Pujian yang sempurna hanya milikNya atas nikmat-nikmatNya yang tak terhingga, nikmat yang nampak maupun tidak, nikmat dunia ataupun nikmat beragama islam, Rabb yang Maha Mencipta, Maha Mengatur, dan Maha Kuasa atas segala 'alamin (makhluqNya).

4) Allah Ta'ala Maha Pemilik hari kiamat, secara khusus disebutkan hari kiamat dalan surah ini, agar setiap orang selalu membacanya teringat akan hari kiamat, hari pembalasan dan senantiasa menyiapkan diri untuk hari tersebut dengan bekal terbaik.

5) Hanya kepada Allah Ta'ala kita beribadah/ menyembah, dan hanya kepadaNya kita meminta pertolongan untuk segala urusan kita, ayat ini pula mengingatkan kita untuk tidak melakukan kesyirikan dimana kita hanya menyembah kepadaNya tidak kepada lainNya, dan juga sebagai obat untuk tidak riya', ujub, sombong, dan penyakit hati lainnya.

6) Meminta kepada Allah Ta'ala hidayah istiqamah dalam agama islam ini, hidayah ini terbagi 3
a. Hidayah irsyad
Meminta kepadaNya agar selalu menunjukkan jalanNya yang lurus, jalan istiqamah.
b. Hidayah taufiq
Meminta kepadaNya agar selalu memberikan taufiq dalam jalanNya
c. Hidayah tatsbit
Meminta kepadaNya agar selalu konsisten dalam jalanNya.

7) Jalan istiqamah itu adalah jalan orang-orang yang Allah berikan kepada mereka berbagai nikmat yaitu para Nabi, para shiddîq (orang yang jujur), para syahid, dan para orang shalih sebagaimana tafsirnya pada surah annisa ayat 69, dan merekalah itu yang berilmu dan mengamalkan ilmunya.

8 ) Bukan jalan yang dimurkai yaitu jalan orang-orang yahudi dan siapa saja yang mengikuti jalan mereka, berilmu tapi tidak beramal.

9) Bukan pula jalan yang sesat yaitu jalan orang-orang nasrani dan siapa saja yang mengikuti jalan mereka, beramal tanpa ilmu.

10) Setelah membaca surah ini, dianjurkan membaca aamiin artinya ya Allah kabulkanlah, dan aamiin ini bukan ayat dari al fatihah.

Wallahu a'lam
✒  Sayyid Syadly Lc 

Alquran Dan Ramadhan


Alquran dan Ramadhan

Al-quran adalah kitab yang paling suci, kalamullah perkataan Allah Ta'ala, bukan makhluq, diturunkan kepada Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, melalui malaikat Jibril 'alaihissalam, ada ganjaran pahala dengan membacanya.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan al quran pasti menjadi termulia, 
1. Al-Quran turun di makkah menjadi tempat yang paling mulia.
2. Di ramadhan menjadi bulan paling mulia.
3. Di lailatul qadr menjadi malam paling mulia.
4. Melalui jibril menjadi malaikat paling mulia.
5.  Kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menjadi manusia paling mulia.
6. Di zaman sahabat menjadi generasi paling mulia.
7. Di ummat ini menjadi ummat paling mulia.
8. Dengan bahasa arab menjadi bahasa terbaik.
9. Yang membacanya, mengajarkannya, dan berinteraksi dengannya menjadi sebaik-baik manusia.

Bulan ramadhan adalah bulan al quran, Allah Ta'ala berfirman:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)".
[Qs Al-Baqarah 2: 185]

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” 
[HR. Bukhari 3554 dan Muslim 2307]

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, 
"Hadits di atas menunjukkan bahwa dianjurkan bagi kaum muslimin untuk banyak mengkaji Al Qur’an pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk mempelajarinya. Hafalan Al Qur’an pun bisa disetorkan pada orang yang lebih hafal darinya. Dalil tersebut juga menunjukkan dianjurkan banyak melakukan tilawah Al Qur’an di bulan Ramadhan.” 
[Lathoiful Ma’arif]

Keutamaan membaca al quran saja sudah sangat banyak dan agung, apalagi jika mengamalkannya, dan mendakwahkannya, dan apalagi melakukan semua itu di bulan ramadhan, sungguh ganjaran pahala yang tak terbayangkan besarnya, dengan syarat ikhlas dan ittiba'.

Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly, Lc.