Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Sahkah Puasa Jika Sering Chatingan Dengan Lawan Jenis?



Sahkah Puasa Jika Sering Chatingan Bukan Mahram?

Assalamu'alaukum 
Nama : Anisa
Pertanyaan : Sah atau tidak kah seseorang yg berpuasa tapi masih sering chatingan sama lawan jenis...?
Di mohonkan jawabannya🙏🏻
Terimakasih🙏🏻

Jawaban
Bismillah 
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh 

Chatingan dengan lawan jenis tanpa alasan syar'i termasuk bentuk berdua-duaan yang dilarang.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ.
“Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya".
[HR Al Bukhari dan Muslim]

Adapun puasanya tetap sah, tapi dikhawatirkan tidak mendapat pahala puasa hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Hukum Mengingatkan Sahur Dan Buka Bukan Mahram


Hukum Mengingatkan Sahur Dan Buka Bukan Mahram

Assalamualaikum
Nama: Nuranisyah
Pertanyaan: bagaimana  puasa seseorang jika seseorang itu selalu mengingatkan sahur dan buka pada lawan jenis nya. Padahal mereka tidak ada ikatan apa apa, contohnya seperti teman cowok bergaul dengan teman cewek nya

Jawaban
Bismillah 
Puasa tetap sah, tapi dia berdosa karena melakukan perbuatan yang diharamkan yaitu mendekati zina.

(وَلَا تَقۡرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰۤۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةࣰ وَسَاۤءَ سَبِیلࣰا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk"
[Surat Al-Isra' 32]

Dan termasuk jalan menuju zina adalah melakukan hal sebagaimana yang disebutkan penanya.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Cara Mengetahui Kalau Dia Jodoh Anda


Cara Mengetahui Kalau Dia Jodoh Anda

Pertanyaan ❓
[Dari Supri / Lampung]

Assalamualaikum wr.wb Saya mau bertanya cara mengetahui kalo dia jodoh kita gimana? Terima kasih Wassalamualaiku wr.wb

===
Jawaban💡

Bismillah
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh 

Pertama: bercermin melihat diri sendiri, apakah pribadi kita baik atau tidak, jika baik maka Allah Ta'ala persiapkan jodoh yang baik, dan jika buruk, maka jodoh kita buruk. Allah Ta'ala berfirman:

ٱلۡخَبِیثَـٰتُ لِلۡخَبِیثِینَ وَٱلۡخَبِیثُونَ لِلۡخَبِیثَـٰتِۖ وَٱلطَّیِّبَـٰتُ لِلطَّیِّبِینَ وَٱلطَّیِّبُونَ لِلطَّیِّبَـٰتِ
"Perempuan-perempuan yang buruk untuk laki-laki yang buruk, dan laki-laki yang buruk untuk perempuan-perempuan yang buruk (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)". [Qs 24:26].

Kedua: dalam memilih jodoh, hendaknya memprioritaskan agama islamnya sebelum rupa, harta, dan keturunannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"(Biasanya) wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung." [HR Al Bukhari 5099 dan Muslim 1466]

Ketiga: seorang wali wanita, apakah itu bapaknya atau lainnya yang menjadi walinya, jika didatangi lelaki shalih melamar anaknya atau yang menjadi tanggungannya, maka jangan ditolak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ كَانَ فِيهِ قَالَ إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
"Jika seseorang datang melamar (anak perempuan) kalian, sedang kalian ridha pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan." Para shahabat bertanya; "Meskipun dia  (tidak kaya)." Beliau bersabda: "Jika seseorang datang melamar (anak perempuan) kalian, kalian ridha pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia." Beliau mensabdakannya tiga kali. [HR At Tirmidzi 1085 dan Ibnu Majah 1967, Hasan oleh Al Albani]

4. Tentunya mengetahui dia jodoh kita atau bukan, tidak dengan melalui pacaran, tapi dengan rambu-rambu syariat yang telah diatur dalam islam dalam persoalan mencari jodoh, seperti jika seorang laki-laki mengetahui agama dari seorang muslimah, maka si laki-laki ini mendatangi walinya, atau sang muslimah mengetahui agama dan akhlaq seorang laki-laki, hendaknya memberitahukan walinya atau memberi isyarat kepada walinya untuk menanyakan kepada laki-laki tersebut. Atau si wali mencarikan suami yang baik agama dan akhlaqnya cocok buat anaknya perempuannya, atau buat yang dia menjadi wali baginya.

Terkahir: semoga penanya dan pembaca serta muslim muslimah lainnya yang belum menikah, disegerakan oleh Allah Ta'ala dipertemukan jodohnya dengan orang-orang baik dalam bingkai pernikahan syar'i.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Hukum Chatingan Dengan Lawan Jenis


Hukum Chatingan Dengan Lawan Jenis

Pertanyaan ❓
[Dari Nini karmila / Samarinda]

Apa hukum chatingan dengan lawan jenis?

===
Jawaban💡

Bismillah

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata: 

ففي مراسلة الشبان للشابات فتنة عظيمة وخطر كبير ويجب الابتعاد عنها وإن كان السائل يقول إنه ليس فيها عشق ولا غرام
(فتاوى الشيخ ابن عثيمين 2/898)
"Chatingan antara pemuda dan pemudi terdapat fitnah dan bahaya besar, dan wajib untuk menjauhinya, meski penanya mengatakan tidak ada kata-kata rindu ataupun cinta"

Jika memang darurat, maka sesuai dengan kadarnya.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc