Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Tauhid: Pembukaan, Isi, Dan Penutup Hidup

Tauhid: pembukaan, isi, dan penutup hidup

Bismillaah walhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'alaa rosuulillaah, amma ba'du.

Para pembaca yang semoga diridhoi oleh Allah Ta'ala 

Sebuah tulisan efektif adalah yang memiliki pembukaan, isi, dan penutup, begitu juga dengan kehidupan ini.

Jin dan manusia tidaklah diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah Ta'ala semata, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu" [Qs Adz Dzariyat 51:56].

Berkata Asy Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah dalam kitab beliau al ushūl ats tsalātsāh wa adillatuhā: 
"Makna ya'buduni (beribadah kepadaKu) adalah yuwahhiduni (mentauhidkanKu)"

Jadi isi hidup ini sebenarnya adalah hanya untuk mentauhidkan Allah Ta'ala dalam ibadah kita kepadaNya.

Dan tak lupa bahwa kewajiban pertama sebagai pembuka kehidupan seorang muslim adalah tauhid yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusanNya.

Ketika sahabat yang mulia Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu diutus untuk berdakwah, yang paling pertama diperintahkan kepada beliau untuk diserukan adalah tauhid. Dalam hadits disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عن قال: لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى نَحْوِ أَهْلِ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى 
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata, "Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Mu'adz ke negeri Yaman, beliau berpesan: "Wahai Mu'adz, engkau akan mendatangi kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dakwah pertama-tama yang engkau sampaikan adalah agar mereka mentauhidkan Allah Ta'ala" [HR Al Bukhari no. 7372 dan Muslim no. 19].

Selanjutnya, sebagai penutup bagi seorang dalam menjalani hidup ini, jangan sampai meninggal kecuali dalam keadaan muslim mentauhidkan Allah Ta'ala, firman Allah Ta'ala:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim" [Qs Ali 'Imran 3:102].

Untuk itu, Tauhid pembukaan, isi, dan penutup hidup kita.

Semoga Allah Ta'ala tetap memberikan keistiqamahan dalam menjalankan islam ini dalam mentauhidkannya hingga akhir kehidupan kita. Āmīn Yā Robbal 'ālamīn.

Wallahu a'lam
Sayyid Syadly, Lc

Ringkasan Pelajaran Tauhid




Bismillaah
Alhamdulillaah
Washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillaah

Belajar Tauhid Secara Ringkas

Apa itu tauhid?

- Tauhid adalah seorang hamba mengesakan dan meyakini bahwa Allah Ta'ala adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, asma dan sifat-Nya.

Seberapa penting tauhid harus diketahui?

- Seorang hamba sangat penting dan wajib meyakini dan mengakui adanya Allah Ta'ala, karena:

1. Dia-lah Rabb segala sesuatu, Maha Raja, Maha Pencipta, Maha Mengatur, dan Maha Menguasai segala yang ada, tanpa ada yang menandingi-Nya.
Dan inilah maksud tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah-Nya, karena di antara makhluq ada yang menjadi raja, ada yang mampu membuat penemuan baru, ada yang berkuasa, tapi semua itu tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.

2. Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain-Nya, hanya Dia-lah satu-satunya yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. Makanya tidak boleh memperuntukkan persembahan kecuali kepada Allah Ta'ala.
Dan inilah maksud tidak ada sekutu bagi-Nya dalam uluhiyah-Nya, karena di antara makhluq ada yang menuhankan diri, ada yang menganggap selain Allah Ta'ala sebagai sembahan, dan semuanya adalah batil.

3. Sesungguhnya Allah Ta'ala memiliki nama-nama sangat terpuji, dan begitu indah, bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, yang sangat tinggi. Berdoa kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang mulia, seperti memohon kepada-Nya ampunan dan rahmat-Nya dengan menyebut nama-Nya ya Ghofur ampuni kami, ya Rahim rahmati kami dan seterusnya. Maha Suci dari segala aib dan kekurangan.
Dan inilah maksud tidak ada sekutu bagi-Nya dalam asma dan sifat-Nya, karena di antara makhluq ada yang memiliki nama dan sifat yang tidak sesuai dengan dirinya, dan nama-nama serta sifat-sifat yang melekat pada makhluq semuanya tidak ada yang sempurna.

Apa dalil pembagian ke 3 tauhid di atas?

- Ada banyak dalil yang menyebutkan perkara ini, dan kita cukupkan satu ayat disebutkan ke-3nya, firman Allah Ta'ala pada surah maryam (19) ayat 65:

《رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَٰدَتِهِۦۚ هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُۥ سَمِيّٗا》

"Rabb langit-langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?". [Qs Maryam (19):65]

Dalam tafsir muyassar disebutkan:

فهو الله رب السموات والأرض وما بينهما، ومالك ذلك كله وخالقه ومدبره، فاعبده وحده - أيها النبي - واصبر على طاعته أنت ومَن تبعك، ليس كمثله شيء في ذاته وأسمائه وصفاته وأفعاله.

Dan Dia-lah Allah
1. Rabb langit-langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan Maha Menguasai semua itu, dan Penciptanya, serta Yang Maha Mengaturnya.
2. Maka sembahlah Dia wahai Nabi dan bersabarlah dalama ketaatan kepada-Nya engkau dan yang mengikutimu.
3. Tidak ada yang menyerupai-Nya sesuatu apapun dalam dzat-Nya, nama-nama-Nya, dan sifat-sifat-Nya, serta perbuatan-perbuatan-Nya.

Apa saja yang didapatkan orang yang bertauhid?

1. Rasa aman dan petunjuk.
Firman Allah Ta'ala :

《ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَلَمۡ یَلۡبِسُوۤا۟ إِیمَـٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ》
[Surat Al-An'am 82]
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk". [QS. Al-An'aam: 82]

2. Masuk surga.
Dari 'Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bersabda:

 مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ
"Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Isa adalah hamba dan Rasul-Nya, serta kalimah-Nya yang diberikan-Nya kepada Maryam dan Ruh dari-Nya. Dan surga adalah benar, neraka adalah benar, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga berdasarkan amal yang telah ada".[Muttafaqun 'alaih]

3. Dosa terampuni.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
"Allah Ta'ala berfirman: "Wahai keturunan Adam, selama kamu berdoa dan mengharap kepada-Ku, niscaya Kuampuni semua dosa kalian dan Aku tidak perduli (sebanyak apapun dosanya). Wahai keturunan Adam, jika dosamu telah menjulang ke atas langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, niscaya Kuampuni dan Aku tidak perduli (sebanyak apapun dosamu). Wahai keturunan Adam, jika engkau datang kepadanya dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau datang menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku, niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan sepenuhnya (bumi)." [HR. at-Tirmidzi].

Apakah tujuan diutusnya rasul-rasul dan  diturunkannya kutub bersama mereka untuk memurnikan tauhid, apa dalilnya?

- Ya, firman Allah Ta'ala:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)". [An-Nahl (16):36]

Dan firman-Nya Ta'ala:

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤۡتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحُكۡمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَادٗا لِّي مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن كُونُواْ رَبَّٰنِيِّـۧنَ بِمَا كُنتُمۡ تُعَلِّمُونَ ٱلۡكِتَٰبَ وَبِمَا كُنتُمۡ تَدۡرُسُونَ
Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!” [Ali 'Imran (3):79]

Wallahu a'lam
Sayyid Syadly, Lc.
Referensi: Kitab Mukhtashor Al Fiqh Al Islami Littuwaijry.