Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan

Surah An Nas, 10 Pelajaran Penting Darinya


Bismillah 



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِ
2. Raja manusia,

إِلَٰهِ النَّاسِ
3. Sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
6. dari (golongan) jin dan manusia.”

Pelajaran:

1/ Perintah Allah Ta'ala kepada NabiNya shallallahu 'alaihi wasallam dan kepada siapa saja yang mengikuti beliau untuk berlindung kepadaNya yang Maha Melindungi satu-satunya, tidak ada menyamainya dalam melindungi. Dalam ayat lain:

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,

-وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”
[Qs Al-Mu'minun (23):97-98]

2/ Rabbinnâs, sifat Allah Ta'ala sebagai Tuhan manusia dari segala Tuhan dan Dia juga Tuhannya seluruh makhluq, yang Maha Menciptakan, Maha Memberi rezki, dan Maha Mengatur segala sesuatu satu-satunya, tidak ada bersekutu dengan ketuhananNya. Pada ayat lain:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
[Qs Al-Fatihah (1):2]

Dan alam adalah segala sesuatu selain Allah Ta'ala.

3/ Malikinnâs, Raja manusia dari segala raja-raja yang ada, Maha Menguasai satu-satunya, tidak ada serikat dengan kerajaanNya.

4/ Ilâhinnâs, Sembahan manusia, yang Maha Berhak untuk disembah, tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia, dan barangsiapa yang menyembah sembahan lain atau mempersekutukanNya maka dia telah berbuat kekufuran.

5/ Perintah berlindung kepada Robb manusia, yang juga Malik manusia, sekaligus Ilâh manusia, dari kejahatan, keburukan, dan kejelekan al was wâs lagi al khannâs.

6/ Al was wâs adalah sifat setan yang membisikkan dada manusia untuk melakukan kemaksiatan, kefasikan, kesesatan, kemunafikan, dan kekufuran, ketika manusia dalam keadaan lalai dari mengingat Allah Ta'âlâ. 

7/ Al khannâs adalah sifat setan yang bersembunyi ketika manusia mengingat kepada Allah Ta'âlâ dengan khusyu, berdzikir, membaca al Quran, shalat, dan lainnya. Maka untuk membentengi diri, usahakan untuk selalu mengingat Allah Ta'ala.

8/ Setan terbagi dua: setan dari bangsa jin dan setan dari kalangan manusia. Pada ayat lain:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
[Qs Al-An'am (6):112]

9/ Setan dari jin dilawan dengan berdzikir, mengingat Allah, membaca al Quran, menjaga taharah, berdoa, dengan membaca surah an nas, dan seterusnya. 

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
[Qs Al-A'raf (7):200]

10/ Setan dari manusia dilawan dengan berkata dan berbuat lemah lembut, bersedekah, memaafkan, dengan membaca surah an nas, dan seterusnya. Dalam ayat lain:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.
Qs Fushshilat, Ayat 34.

Wallâhu a'lam
🖋 Sayyid Syadly, Lc

Tauhid: Pembukaan, Isi, Dan Penutup Hidup

Tauhid: pembukaan, isi, dan penutup hidup

Bismillaah walhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'alaa rosuulillaah, amma ba'du.

Para pembaca yang semoga diridhoi oleh Allah Ta'ala 

Sebuah tulisan efektif adalah yang memiliki pembukaan, isi, dan penutup, begitu juga dengan kehidupan ini.

Jin dan manusia tidaklah diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah Ta'ala semata, sebagaimana firman Allah Ta'ala:

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu" [Qs Adz Dzariyat 51:56].

Berkata Asy Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah dalam kitab beliau al ushūl ats tsalātsāh wa adillatuhā: 
"Makna ya'buduni (beribadah kepadaKu) adalah yuwahhiduni (mentauhidkanKu)"

Jadi isi hidup ini sebenarnya adalah hanya untuk mentauhidkan Allah Ta'ala dalam ibadah kita kepadaNya.

Dan tak lupa bahwa kewajiban pertama sebagai pembuka kehidupan seorang muslim adalah tauhid yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusanNya.

Ketika sahabat yang mulia Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu diutus untuk berdakwah, yang paling pertama diperintahkan kepada beliau untuk diserukan adalah tauhid. Dalam hadits disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عن قال: لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى نَحْوِ أَهْلِ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى 
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata, "Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Mu'adz ke negeri Yaman, beliau berpesan: "Wahai Mu'adz, engkau akan mendatangi kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dakwah pertama-tama yang engkau sampaikan adalah agar mereka mentauhidkan Allah Ta'ala" [HR Al Bukhari no. 7372 dan Muslim no. 19].

Selanjutnya, sebagai penutup bagi seorang dalam menjalani hidup ini, jangan sampai meninggal kecuali dalam keadaan muslim mentauhidkan Allah Ta'ala, firman Allah Ta'ala:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim" [Qs Ali 'Imran 3:102].

Untuk itu, Tauhid pembukaan, isi, dan penutup hidup kita.

Semoga Allah Ta'ala tetap memberikan keistiqamahan dalam menjalankan islam ini dalam mentauhidkannya hingga akhir kehidupan kita. Āmīn Yā Robbal 'ālamīn.

Wallahu a'lam
Sayyid Syadly, Lc