Bismillãh.
Hadits Tentang Niat
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari 'Umar bin Al Khaththâb radhiyallahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Amalan-amalan itu hanya tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap orang hanya (tergantung) apa yang diniatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan"
[HR Al Bukhari no. 1 Muslim no. 1907]
Fawaid:
1. 'Umar bin al Khatthab radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang sangat terkenal, beliau khalifah ke 2 dari al khulafa ar rasyidin setelah Abu Bakr radhiyallahu 'anhu, beliau menjadi khalifah melalui pilihan langsung dari khalifah sebelumnya, beliau wafat tahun 23 hijriah.
2. 'Umar radhiyallahu 'anhu meriwayatkan hadits ini dengan mengatakan "saya mendengar" berarti beliau mendengarkan langsung dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tanpa perantara, beliau adalah satu-satunya sahabat yang meriwayatkan hadits ini.
3. "Innamaa" adalah kalimat bahasa arab yang menunjukkan sesuatu menjadi terbatas, ketika kita mengatakan "Zaidun yasy-robu qohwah/Zaid sedang minum kopi", kita tidak membatasi Zaid hanya minum kopi tapi kemungkinan dia juga minum selain kopi, tapi ketika kita mengatakan "Innamaa Zaidun yasy-robu qohwah/ Zaid hanya sedang minum kopi" maka jelas bahwa dia tidak sedang minum kecuali minum kopi.
4. Amalan terbagi 3:
a. Amalan hati seperti tawakkal, takut, harap, cinta, dan seterusnya.
b. Amalan lisan seperti membaca al quran, bertasbih, bertahlil, bertakbir, dan dzikir lainnya, serta perkataan lainnya. Sebenarnya lisan juga termasuk amalan tubuh tapi dikhususkan karena kedahsyatan yang diamalkannya
c. Amalan tubuh seperti amalan tangan, kaki, dan sebagainya.
5. Niat adalah keinginan untuk melakukan sesuatu, dan tempatnya di hati, maka niat ini adalah amalan hati. Penjelasan kalimat:
a. "Amalan-amalan itu hanya tergantung niatnya" artinya niat yang membedakan apakah amalan ini adalah ibadah atau adat kebiasaan saja, atau amalan ini wajib atau sunnah.
b. "(Balasan) bagi tiap orang hanya (tergantung) apa yang diniatkan" artinya amalan yang kita kerjakan akan diganjar sesuai dengan niat kita, apakah ikhlas atau tidak.
6. Hadits ini adalah hadits yang sangat agung, karena amalan meskipun kita lakukan dengan maksimal, sekuat tenaga, dan sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mengamalkannya tapi karena niat yang bermasalah diperuntukkan kepada selain Allah Ta'ala sehingga amalan menjadi sia-sia.
7. Niat membedakan Ibadah dan adat kebiasaan, contohnya:
a. Seseorang yang makan karena niatnya hanya untuk mengisi perut, maka dia makan karena kebiasaan, dengan seseorang yang makan karena niatnya melakukan perintah Allah Ta'ala
وَكُلُوا
"Dan makanlah" (Qs 7:31)
maka dia makan karena ibadah
b. Seseorang mandi karena adat kebiasaanya, dengan orang yang mandi karena untuk mengangkat hadats besar, karena jika dia mandi tanpa niat tersebut maka ketika dia shalat, shalatnya tidak sah, karena belum mandi wajib.
c. Seseorang memakai pakaian terbaik di hari jumat hanya karena melihat orang lain memakai pakaian mereka yang terbaik, dengan orang yang niatnya untuk mengikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam memakai pakaian terbaik di hari jumat.
8. Niat membedakan Ibadah satu dengan ibadah lainnya, contohnya seseorang yang melakukan shalat 2 rakaat niatnya untuk shalat sunnah, dengan orang yang shalat 2 rakaat niatnya untuk shalat wajib, dan contoh lainnya.
9. Hijrah secara bahasa adalah berpindahnya seseorang dari sesuatu ke sesuatu yang lain, sebagaimana dalam hadits jika hijrah kepada Allah dan rasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan rasulNya, jika hijrah kepada dunia atau wanita, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkan. Sedangkan hijrah secara syar'i adalah hijrah dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari kesesatan kepada hidayah, dari bid'ah ke sunnah, dan dari kekafiran kepada islam.
10. Wanita termasuk bagian dari kenikmatan dunia bagi laki-laki, disebutkan secara khusus tentang wanita padahal sudah termasuk bagian dari kenikmatan dunia. Sekiranya hanya mengatakan jika berhijrah untuk dunia tanpa menyebutkan wanita maka dunia sudah mencakup wanita, tapi karena ujian terbesar bagi laki-laki adalah wanita maka disebutkanlah juga secara khusus dalam hadits ini.
Wallahu a'lam
✒ Sayyid Syadly Lc