Ilmu, Antara Ulama Dan Awam



Bismillah

Muqaddimah

Segala puji bagi Allah Ta'ala atas segala nikmatNya, Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam surah al an'am ayat 124:

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
"Allah Lebih Tahu Kepada Siapa Dia Menempatkan Risalahnya" [Qs Al-An'am 6:124]. 

Shalawat dan salam kita peruntukan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam salahsatu dari hamba Allah Ta'ala yang terpilih sebagai rasul utusanNya. Bahkan beliaulah shallallahu 'alaihi wasallam rasul terbaik yang Allah Ta'ala utus dan pemimpin manusia di hari kiamat sebagaimana sabdanya dalam shahih muslim rahimahullah:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

"Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat kelak, aku adalah orang yang muncul lebih dahulu dari kuburan, aku adalah orang yang paling dahulu memberi syafa'at, dan aku adalah orang yang paling dahulu dibenarkan memberi syafa'at." [HR Muslim 2278 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu].

Rasul Pilihan Allah

Saudaraku dan saudariku seiman hafidzhakumullah...

Tugas kerasulan adalah menyampaikan risalah Allah Ta'ala yang Allah Ta'ala pilih diantara hamba-hambaNya siapa yang paling berhak mengembang amanah tersebut.

Menjadi seorang rasul adalah suatu pilihan Allah Ta'ala yang kita tidak bisa berusaha untuk mendapatkan gelar tersebut tapi Allah Ta'alalah yang menentukan.

Allah subhanallah wa ta'ala berfirman dalam surah al hajj ayat 75:

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesung-guhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
[Qs Al-Hajj 22:75].

Tingkatan Kenikmatan

Diantara sekian banyak nikmat yang Allah Ta'ala berikan adalah menciptakan kita dalam bentuk manusia bukan iblis maupun binatang, tidak sampai di situ, nikmat Allah Ta'ala selanjutnya adalah memberikan kita hidayah islam sehingga beda antara kita dengan kaum kafir.

Nikmat islam inilah nikmat terbesar yang Allah Ta'ala berikan kepada kita, jangan kita sia-siakan, dan tetap istiqamahlah dengan nikmat ini, jangan sampai meninggal dunia kecuali dalam keadaan muslim.

Dan kenikmatan selanjutnya adalah ketika seseorang diberikan nikmat untuk bisa fokus menuntut ilmu, bisa menjadi ulama yang takut kepada Allah subhanallah wa ta'ala:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun" [Qs Fathir 35:28].

Pewaris Nabi

Sebagaimana kita ketahui bahwa para ulama adalah pewaris para Nabi, dan yang mereka wariskan adalah ilmu, sehingga warisan terbaik yang perlu untuk kita ambil adalah warisan ilmu ini.

Dan kita tahu bahwa tugas utama nabi dan rasul Allah Ta'ala adalah dakwah menyampaikan risalah Allah Ta'ala, maka ulama yang merupakan pewaris mereka juga bertugas untuk mendakwahkan ilmunya.

Dan kita tahu bahwa setelah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tidak ada lagi Nabi dan Rasul melainkan hanya ulama yang mewarisi mereka, Beliau bersabda dalam shahih al bukhari dan muslim rahimahumallah:

وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ
"Aku adalah penutup para nabi". [HR Al Bukhari 3535 dan Muslim 2286]

Bertanya Kepada Ulama

Untuk melengkapi satu sama lain, sementara ulama menyampaikan ilmu yang mereka miliki, maka sepantasnya yang bukan ulama (baca: awam) untuk bertanya dan bertanya kepada mereka, karena kadang ulama menyampaikan ilmunya di suatu tempat tapi kadang kita yang bukan ulama tidak mendapatkan ilmu tersebut, Allah Ta'ala berfirman dalam surah an nahl dan al anbiya:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui" [QS Al-Anbiya' 21:7 dan An Nahl 16:43].

Pembagian Ilmu

Sebagaimana juga kita ketahui bahwa ada ilmu yang wajib diketahui setiap orang -seperti tata cara shalat dan sebagainya- dan ada yang wajib kifayah yaitu jika sudah ada sebagian yang menuntutnya -seperti para penuntut ilmu yang fokus menuntut ilmu lalu mengajarkannya- maka sudah gugur kewajiban bagi yang lainnya.

Akhirat Dikedepankan

Saudara saudariku seiman rahimakumullah...

Sesibuk apapun diri kita dengan dunia, kita mesti lebih mengedepankan akhirat kita daripada dunia, mesti kita tuntut ilmu agama kita, sehingga bisa menjadi bekal untuk hari setelah kita meninggal dunia, Allah Ta'ala berfirman dalam surah al qasash:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ  وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا 
"Dan carilah perbekalan negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia" [Qs Al-Qashash 27:77]

Dalam ayat ini menyebutkan bahwa kita disuruh berbekal akhirat, adapun dunia jatah kita sudah ada yang tidak boleh juga kita tinggalkan, bukan terbalik cari dunia jangan lupa akhirat, tapi cari akhirat jangan lupa dunia. 

Bertaqwa Dengan Ilmu

Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan seseorang tidaklah bertaqwa mengerjakan apa yang Allah Ta'ala perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang tanpa mengilmuinya terlebih dahulu mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang.

Demikianlah yang kami sampaikan kepada saudara saudariku seiman, semoga bermanfaat bagi diri kami dan bagi semuanya.

WaLlahu Ta'ala A'lam
✒ Sayyid Syadly, Lc.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »