Tujuan Kita Diciptakan



Bismillāh wal hamdulillāh washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, ammā ba’du:

Al Hakim

Allôh Ta’âlâ berfirman:            

وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Dan Dialah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” 
[QS at Tahrîm [66]: 2].

Di dalam banyak ayat dan hadits menyebutkan Maha Bijaksananya Allôh Ta’âlâ yang memiliki banyak hikmah pada setiap penciptaanNya dan pada setiap perintah serta laranganNya.

Tidaklah sesuatu diciptakan olehNya kecuali ada hikmah dibalik penciptaanNya tersebut.

Tidaklah sesuatu disyariatkan olehNya melainkan ada hikmah dibalik syariatNya tersebut, baik ketika Dia mewajibkannya, mengharamkannya, ataupun membolehkannya.

Maka pada penciptaan jin dan manusia, dan apa saja yang disyariatkan bagi mereka pasti ada hikmahnya.

Tujuan Jin Dan Manusia Diciptakan

Allôh Ta’âlâ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu.”
[QS Adz Dzaariyaat [51]: 56].

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ

“Maka Apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian hanya main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
[QS Al Muminuun [23]: 115].

أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira, bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” [QS Al Qiyaamah [75]: 36].

Dan masih banyak lagi dalil yang menunjukkan hikmah tujuan diciptakannya jin dan manusia untuk beribadah.

Pengertian ibadah

Syaikhul Islâm ibnu Taimiyyah berkata bahwa Ibadah adalah,

 اسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ مَا يُحِبُّهُ اللهُ وَيَرْضَاهُ مِنَ الْأَقْوَالِ وَالْأَعْمَالِ الظَّاهِرَةِ وَالبَاطِنَةِ

“Suatu nama yang mencakup setiap apa yang Allôh Ta’âlâ cintai dan ridhoi dari perkataan dan perbuatan yang nampak dan tidak nampak.”
[Kitab al Ubudiyyah (44) dan Kitab al Fatawa al Kubro (5/154)]

Bagaimana Beribadah?

Kita Ibadah dengan:
(1) menghinakan diri dihadapan Allôh Ta’âlâ,
(2) penuh rasa cinta, takut, dan harap kepadaNya,
(3) mengagungkanNya dengan menunaikan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan- laranganNya,
(4) berdasarkan keikhlashan dan sesuai syariatNya.

Allôh Ta’âlâ berfirman:

 وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (
[QS Al Bayyinah [98]: 5]

Oleh karena itu, barang siapa yang tidak beribadah maka dia telah menyalahi hikmah penciptaannya.

Apa pintu-pintu ibadah, dan contohnya setiap pintu?

1. Pintu Ibadah melakukan yang wajib
Contohnya: Shalat 5 waktu, menunaikan zakat, puasa ramadhan, haji dan umrah bagi yang mampu, berbakti kepada ke dua orang tua, dan seterusnya.

2  Pintu ibadah melakukan yang sunnah
Contohnya: Shalat sunnah rawatib, witir, tahajjud, sedekah, puasa senin kamis, dan lainnya.

3. Pintu ibadah dengan tidak bermaksiat
Contohnya: tidak mencela, menggibah, judi, riba, minum khamr, zina, dan lain-lain.

4. Pintu ibadah dengan malan hati
Contohnya: ikhlas, takut, cinta, berharap, dan semisalnya yang diperuntukkan Allah Ta'ala.

5. Pintu ibadah dengan melakukan yang mubah niat ibadah
Contohnya: tidur dan makan minum untuk kuat ibadah, berpakaian yang indah karena Allah Ta'ala suka yang indah, bersisir dengan tangan kanan karena nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan dengan kanan, dan seterusnya.

Wallahu a’lam
Sayyid Syadly, Lc.
Referensi: Fatâwâ al ‘Aqîdah lisy Syaikh al ‘Utsaimîn rahimahullah.

Sumber dari: https://wahdah.or.id/untuk-apa-kita-diciptakan/


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »