Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan

Cara Mengetahui Kalau Dia Jodoh Anda


Cara Mengetahui Kalau Dia Jodoh Anda

Pertanyaan ❓
[Dari Supri / Lampung]

Assalamualaikum wr.wb Saya mau bertanya cara mengetahui kalo dia jodoh kita gimana? Terima kasih Wassalamualaiku wr.wb

===
Jawaban💡

Bismillah
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh 

Pertama: bercermin melihat diri sendiri, apakah pribadi kita baik atau tidak, jika baik maka Allah Ta'ala persiapkan jodoh yang baik, dan jika buruk, maka jodoh kita buruk. Allah Ta'ala berfirman:

ٱلۡخَبِیثَـٰتُ لِلۡخَبِیثِینَ وَٱلۡخَبِیثُونَ لِلۡخَبِیثَـٰتِۖ وَٱلطَّیِّبَـٰتُ لِلطَّیِّبِینَ وَٱلطَّیِّبُونَ لِلطَّیِّبَـٰتِ
"Perempuan-perempuan yang buruk untuk laki-laki yang buruk, dan laki-laki yang buruk untuk perempuan-perempuan yang buruk (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)". [Qs 24:26].

Kedua: dalam memilih jodoh, hendaknya memprioritaskan agama islamnya sebelum rupa, harta, dan keturunannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"(Biasanya) wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung." [HR Al Bukhari 5099 dan Muslim 1466]

Ketiga: seorang wali wanita, apakah itu bapaknya atau lainnya yang menjadi walinya, jika didatangi lelaki shalih melamar anaknya atau yang menjadi tanggungannya, maka jangan ditolak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ كَانَ فِيهِ قَالَ إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
"Jika seseorang datang melamar (anak perempuan) kalian, sedang kalian ridha pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan." Para shahabat bertanya; "Meskipun dia  (tidak kaya)." Beliau bersabda: "Jika seseorang datang melamar (anak perempuan) kalian, kalian ridha pada agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia." Beliau mensabdakannya tiga kali. [HR At Tirmidzi 1085 dan Ibnu Majah 1967, Hasan oleh Al Albani]

4. Tentunya mengetahui dia jodoh kita atau bukan, tidak dengan melalui pacaran, tapi dengan rambu-rambu syariat yang telah diatur dalam islam dalam persoalan mencari jodoh, seperti jika seorang laki-laki mengetahui agama dari seorang muslimah, maka si laki-laki ini mendatangi walinya, atau sang muslimah mengetahui agama dan akhlaq seorang laki-laki, hendaknya memberitahukan walinya atau memberi isyarat kepada walinya untuk menanyakan kepada laki-laki tersebut. Atau si wali mencarikan suami yang baik agama dan akhlaqnya cocok buat anaknya perempuannya, atau buat yang dia menjadi wali baginya.

Terkahir: semoga penanya dan pembaca serta muslim muslimah lainnya yang belum menikah, disegerakan oleh Allah Ta'ala dipertemukan jodohnya dengan orang-orang baik dalam bingkai pernikahan syar'i.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc 

Apa Tujuan Menikah?


Apa Tujuan Menikah?

Jawab

Tujuan yang paling utama ada 2 dengan hikmah yang terkandung di dalamnya.

1. Menjalankan perintah Allah Ta'ala:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” [An-Nuur/24: 32]

2. Menjalankan perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).'

Dari ayat dan hadits di atas, dapat dipetik pelajaran bahwa 

1. Menikah tujuan utamanya adalah untuk kehidupan akhirat kita, dengan mengikuti perintah Allah dan rasulNya, seseorang bisa lebih legah jika dalam pernikahan mendapati kekurangan pasangan, masalah keluarga, dan lainnya, dia bisa mengingat langsung bahwa menikah bukan sekedar menikmati dunianya, tapi niat karena Allah Ta'ala dan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. 

2. Allah Ta'ala menjamin kecukupan bagi yang telah menikah, dan bahkan disebutkan oleh sahabat yang mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

التمسوا الغنى في النكاح
“Carilah kaya dengan menikah.” 
[Tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas]

Dan jika ada yang merasa tidak cukup, maka itu dari diri si hamba yang tidak bersyukur.

3. Dengan menikah, pandangan dan kemaluan lebih terjaga, dan kedua inilah yang banyak membinasakan ketika kita tidak menjaganya, bayangkan jika mata jelalatan, dan hidup dipenuhi dengan dosa zina, na'ūdzubillãh min dzãlik. Dan jika seseorang takut kepada Allah, maka dia tidak melakukannya. Makanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memberikan solusi dengan berpuasa sebab itu dapat dijadikan sebagai tameng menekan syahwatnya.

Dan masih banyak ayat dan hadits menjelaskan tentang perintah menikah, dan apa saja yang didapatkan bagi orang yang menikah baik dari akhiratnya maupun dunianya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam
🖋 Sayyid Syadly Lc